PorosLombok.com • LOTIM –
Gema Shalawat berkumandang dipuncak MTQ XXIX, terdengar lantunan ayat suci Al Qur’an begitu indah mendayu, tampak berjejer para pedagang kaki lima di sudut-sudut lapangan umum Gotong Royong Masbagik Kecamatan Masbagik Lombok Timur. Rabu malam (06/07)
Di Stand Disperindag Lotim terlihat Ibu Jupunah (46) tahun, penjual kopi warga Pancor sibuk menyiapkan kopi hangat andalannya, senyumnya yang sumringah tak lepas dari ibu paruh baya ini, walaupun sedikit ngantuk karena jam sudah hampir menunjukkan Pukul 12.00 Wita. Namun itu tak mematahkan semangatnya untuk menjajakan dagangannya.
Jupunah merupakan salah satu pedagang kaki lima binaan Dinas Koprasi kabupaten Lombok Timur yang kesehariannya menjual kopi Lokal yang dibuat manual, dengan cara digoreng dengan wajan menggunakan kayu bakar.
MTQ XXIX yang diadakan di Kabupaten Lombok Timur, merupakan berkah baginya, karena jualan kopinya laris manis hingga dirinya bisa meraup keuntungan rata-rata Tiga Ratus Ribu Rupiah permalam. Hal ini seperti ketiban rizky nomplok, bagaimana tidak, kalau dikalkulasikan keuntungan ibu Jupunah selama enam hari event ini berlangsung sebanyak satu juta delapan ratus ribu rupiah.
“Tumben saya dapat keuntungan tiga ratus ribu rupiah permalamnya, sebelumnya biasanya cuma Lima Puluh Ribu, itupun seharian,” ucapnya kepada PorosLombok.com , sembari mempersilahkan beberapa pembelinya untuk duduk dan menikmati kopi buatannya
Buat Jupunah MTQ XXIX ternyata event yang tak hanya membawa berkah buat negeri, namun keberkahan event ini juga dirasakan oleh para pedagang kaki lima, dari penjual cilok hingga penjual kopi, terbukti para pedagang kaki lima yang berjejer rapi selalu ramai didatangi pembeli,
“Bukan saya saja yang dapat untung di Event ini, tapi teman-teman yang lain juga semua untung tidak ada buntung,” tuturnya sambil bercanda
Stand yang diberikan gratis oleh Panitia sangat bermanfaat baginya, walaupun cuma berjualan di pinggir, namun tak membuat pembelinya sepi, bahkan terlihat tikar tempat duduk untuk para pengunjung yang ingin merasakan kopi hangat buatannya tidak nampung saking ramainya, mungkin ini juga karena efek udara yang cukup dingin.
“Kita berharap semoga kalau ada acara-acara seperti ini, Pemda memberikan tempat yang agak sedikit luas untuk kami para pelaku IKM, biar bisa lebih leluasa untuk berjualan,” ujarnya
Dia sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, karena telah mengadakan Event MTQ ini, khususnya bupati Lombok Timur, Sekda Lotim, Gubernur NTB, dan semua yang terlibat dalam acara ini.
(Arul/ PorosLombok)














