Gabungan Tim POKJA Provinsi dan Kabupaten Sidak 2 Perusahaan Tembakau di Lotim

LOTIM| Poroslombok – Tim Kelompok Kerja (POKJA) yang terdiri dari beberapa unsur terkait, baik dari Dinas Pertanian Kabupaten / Provinsi , Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN), dan Himpuanan Pemerhati Petani Tembakau Lombok (HIPTAL) lakukan sidak di beberapa perusahaan tembakau khususnya yang ada di kabupaten Lombok Timur salah satunya di PT.Djarum senin (20/09)

Operasi ini dipimpin oleh kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur H. Abadi, SP yang dimana dalam sidak ini dirinya menyampaikan beberapa Point penting kepada pihak Perusahaan yakni tentang keluhan para petani tembakau khususnya di Kabupaten Lombok timur.

Tak hanya harga tembakau, haji Abadi juga menyampaikan terkait kualitas tembakau petani yang mengalami sedikit penurunan sehingga hal ini juga mempengaruhi harga sehingga dirinya berharap ada kebijakan perusahan dalam hal ini pihak PT.Djarum dan PT.Bentoel sehingga kerugian – kerugian petani sedikit berkurang.

“Apalagi Perusahaan dengan mitra tentu sebuah satu kesatuan yang tidak bisa di terpisahkan sehingga kita harus saling memahami apalagi dimusim Pandemi ini” ujarnya

Dikatakan Haji Abadi pada setiap rapat dirinya selalu menyampaiakan kepada perusahaan untuk menaikkan kuota kemitraan untuk mengakomodir para petani swadaya sehingga semua produksi dari masyarakat ini bisa terjual dan jangan sampai satu petani mempunyai kouta sampai 4 hektar padahal logikanya menurutnya tidak punya lahan sampai seluas itu.

“Makanya kadang – kadang petani seperti ini untuk, mencukupi kuotanya meraka membeli di petani Plasma atau petani swadaya dengan harga yang lebih rendah ” ungkapnya

Masih kata H.Abadi jika petani swadaya ini di jika akomodir menjadi Mitra tentunya harga penjualan tembakau ini akan tetap stabil.

Sementara itu di tempat yang saman Ketua himpunan petani tembakau Lombok Timur Sarjan Lepak menyampaikaan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi pihak perusahaan ,( DJARUM ) karna tetap konsisten dalam mengamodir para petani, namun dirinya meminta dalam hal ini PT Djarum untuk mengambalikan sistem pembinaan seperti dahulu baik tentang sistem perkreditan dan sebagainya sehingga akan berdampak pada kwalitas tembakau.

“Dari serapan yang yang kami terima di bawah , para petani meminta kalau bisa dari sisi Low Grade kebawah para petani yang mempunyai grade bagus itu dinaikkan harganya” pintanya

Senada dengan itu ditempat yang sama ketua KSPN NTB Lalu Iswan Muliadi mempertanyakan sistem harga yang digunakan oleh pihak PT Djarum dan tentang bagaimana hubungan PT.Djarum dan Mitranya karna menurutnya setiap tahun selalu ada gejolak terkait harga tembakau khususnya di kabupaten Lombok Timur.

“Ya mohon diperjelas karna ini merupakan persoalan klasik setiap musim tembakau’ tanyanya mengahiri.

Menanggapi hal tersebut menajer PT Djarum Dawam menjelaskan terkait pertanyaan yang di Lontorkan oleh Tim Pokja diantaranya tentang kemitraan di PT Djarum yang dimana hal tersebut tidak terlepas dari prediksi cuaca dan iklim jangka panjang sedangkan untuk tahun 2021 ini pihak djarum melihat ada kondisi lamina seperti tahun 2010 maka dari itu pihaknya sangat hati – hati sekali memberikan kredit kepada para petani.

“Saya ingat di tahun 2010 yang lalu kita macet 4 Milyar karna banyak tembakau yang rusak akibat cuaca makanya tahun ini kita lebih hati – hati jangan sampai terulang lagi seperti tahun 2010” terangnya

Lebih lanjut ia mengatakan dari beberapa perusahaan di Lombok sampai tahun ini berdasarkan data Disbun ada 29 titik sementara kalau tahunan menurut dia 23 maka dari itu pihaknya menyadari bahwa resiko kredit itu juga tidak kecil sementara itu perusahaan yang konsent terhadap kemitraan , yang membina SDM dan memberikan kredit itu hanya BAT dan Djarum

“Maka kenapa kondisinya seperti ini lah sehingga terjadi hal yang seperti kita alami saat ini , sekarang saja belum panen sudah mulai turun hujan karna saat ini kami berlangganan sama BMKG kita punya Update perkiraan dalam satu tahun bagaimana kondisi alam dari 3 bulam sampai setiap tahunnya” jelasnya

Usai sidak saat konfirmasi kapala Bidang perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat M.Fajri menjelaskan bahwa untuk implementasi dari tim pengendali yang sudah di SK kan oleh kepala dinas Pertanian Provinsi yang dimana tim ini nanti akan memantau para petani dan mencari solusi agar apa yang dikeluhkan oleh para petani bisa teratasi.

“Setelah kami turun kelapangan nanti hasil temuin ini akan kami laporkan ke Tim Pembina dan Pengendali setelah itu tim Pembina ini nantinya akan adakan rapat untuk pengambilan keputusan namun alhamdulilah setelah selesai sidak ini harga tembakau naik Rp.1000” tutupnya (rl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU