Gebrakan Perdana Juani Ramli, Siap Sapu Bersih Anggaran Pusat Demi Desa Loyok!
PorosLombok.com – Juani Ramli resmi menderetkan namanya sebagai pendaftar pertama calon Kepala Desa Loyok untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2027 mendatang dengan membawa ratusan massa pada Kamis (15/10) untuk masa bakti 8 tahun periode 2027–2035. Langkah cepat ini menandai komitmen serius dalam membawa terobosan baru bagi percepatan pembangunan desa.
“Nanti kan ada bentuk perencanaan, segala kegiatan di dalam alur untuk pemesanan ataupun dalam bentuk penyeleksian, per-RPJMDes-nya dulu sebagai dasar kita mengontrol dan mengecek yang mana dan bagaimana kondisi desa kita,” ujarnya.
Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) disiapkan sebagai landasan utama dalam mengidentifikasi berbagai potensi dan persoalan desa. Langkah ini diambil guna menjamin transparansi serta akuntabilitas tata kelola pemerintahan desa ke depan.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah mungkin dengan juga salah satu persil yang di Bali, kan? Salah satu cara kita untuk bisa mendongkrak anggaran dana desa kita, tidak hanya kita mengandalkan dana desa,” katanya.
Pengawasan ketat terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan desa akan dijalankan sejak tahap penyeleksian hingga realisasi di lapangan. Pengawalan ini dipastikan berjalan secara konsisten demi menjaga integritas dan kualitas hasil pembangunan.
“Tapi kita bisa berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten melalui anggaran Pokir Dewan, kemudian kita melakukan pendekatan lewat pemerintah pusat,” katanya.
Konsolidasi bersama jaringan aktivis dan tokoh lokal terus dimaksimalkan untuk menggalang dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran para elemen pergerakan ini menjadi kekuatan utama dalam mengawal agenda perubahan di Desa Loyok.
“Nanti kan ada bentuk perencanaan, segala kegiatan di dalam alur untuk pemesanan ataupun dalam bentuk penyeleksian, per-RPJMDes-nya dulu sebagai dasar kita mengontrol dan mengecek yang mana dan bagaimana kondisi desa kita,” ujarnya.
Kepemimpinan yang dinilai berintegritas dan mahir dalam urusan administrasi menjadi modal kuat Juani dalam kontestasi politik desa kali ini. Rekam jejak konsistensi tersebut diyakini mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah mungkin dengan juga salah satu persil yang di Bali, kan? Salah satu cara kita untuk bisa mendongkrak anggaran dana desa kita, tidak hanya kita mengandalkan dana desa,” katanya.
Pemerataan pembangunan di seluruh tingkatan RT dan dusun dirancang sebagai program prioritas yang tidak bisa ditawar lagi. Pendekatan ini bertujuan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh segenap warga desa.
“Tapi kita bisa berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten melalui anggaran Pokir Dewan, kemudian kita melakukan pendekatan lewat pemerintah pusat,” ujarnya.
Sektor ekonomi lokal siap digenjot melalui modernisasi tata kelola BUMDes secara mandiri dan profesional. Kerja sama bisnis lintas daerah seperti jaringan kemitraan dengan para pelaku usaha di Bali turut masuk dalam skema pengembangan desa.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah mungkin dengan juga salah satu persil yang di Bali, kan? Salah satu cara kita untuk bisa mendongkrak anggaran dana desa kita, tidak hanya kita mengandalkan dana desa,” katanya.
Penyerapan dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD kabupaten disiapkan untuk menutup keterbatasan anggaran reguler yang ada. Sinergi intensif bersama kementerian di tingkat pusat siap ditempuh demi membawa kucuran dana program pembangunan nasional ke tingkat desa.
“Tapi kita bisa berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten melalui anggaran Pokir Dewan, kemudian kita melakukan pendekatan lewat pemerintah pusat,” pungkasnya.*


















