LOTIM | POROSLOMBOK –
Puskesmas Terara, Kecamatan Terara Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu failitas Kesehatan (Faskes) yang cukup besar tentunya hal ini juga harus diimbangi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai.
Akan tetapi rencana Pemerintah Daerah untuk merasionalisasi sebagian Tenaga Honorer kerena imbas dari devisitnya anggaran karena penanganan Pandemi Covid-19 membuat Puskesmas Terara harus bersiap-siap mengevaluasi sebagian stafnya.
Kepada Poroslombok Kepala Puskesmas Terara Nurhayati, ST saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut menyampaikan, bahwa Jumlah Tenaga honorer di Puskesmas Terara masih seimbang sampai saat ini dikarenakan banyaknya program yang sedang berjalan. Rabu (08/12)
Dikatakannya terkait rencana Dinas Kesehatan untuk merasionalisasi tenaga honorer memang hal yang wajar namun yang perlu diingat kata dia saat ini Puskesmas sedang berjibaku menyelesaikan target Vaksinasi sehingga Herd Imunity di Lombok Timur semakin sempurna.
jika tenaga honorer ini harus dirasionalisai sambungnya tentu akan menghambat kelancaran program-program yang sudah di rencanakan sebelumnya, walaupun diakuinya anggaran Daerah belum mencukupi dalam memberikan upah kepada tenaga tersebut.
“Semoga nanti Pemerintah Daerah ada kebijakan yang lain untuk membantu tenaga honerer ini,” tandasnya
Nurhayati berharap tidak ada rasionalisasi untuk tenaga honorer saat ini kerena hal tersebut bisa mengakibatkan kelumpuhan Puskesmas untuk memberikan pelayanan kepada Masyarakat.
“Terus siapa nanti yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat kalau tenaga ini dikurangi,” ujarnya
Terakhir ia mengatakan saat ini Puskesmas Terara kekurangan tenaga karena ada beberapa orang yang sudah lulus seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini merupakan hal yang harus dipertimbangkan kembali oleh Pemerintah Daerah.
“Tapi nanti sudah kita lihat bagaimana kebijakan Daerah, kalau kami hanya mengikuti perintah saja,”tutupnya
(Arul)
















