PorosLombok.com, LOTIM –
(kamis | 22-September-2022 |Sore 05.00 Wita)
Gemuruh suara mobil terdengar jelas sore itu, saat berbicara dari sambungan telepon dengan sosok wanita hebat di balik kesuksesan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur. Drs. HM Juaini Taofik, M.AP.
Wanita tersebut adalah HJ.Nurhidayati Juaini Taofik, dalam obrolan itu tersirat rasa kerinduan yang dalam terhadap keluarganya, terutama buat Pria yang akrab dipanggil kak Ofik, bagaimana tidak?, menjadi seorang istri sekretaris Daerah (SEKDA), memang cukup berat, tentu mental yang kuat dan rasa saling pengertian dan saling percaya harus tertanam dalam diri.
Sejak suaminya (kak Ofik), dilantik menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, berbagai kondisi harus ia lalui, mulai dari jarang ketemu suami, jarang makan bersama, hingga nyaris tak punya waktu untuk sekedar weekend bersama.
“Saya cuma ketemu sama beliau ketika jam 12 malam saja, itupun kalau tidak ada tamu ataupun undangan,” ucapnya dengan nada perlahan.
Kendati demikian, semua keadaan ini membuatnya terbiasa, karena hal tersebut merupakan sebuah resiko dari sebuah jabatan yang diemban sang suami tercinta, namun tentunya ini tak mengurangi rasa cinta kepada keluarganya terutama untuk kak Ofik.
Ketegaran dan keihklasan untuk mendukung karir suami merupakan sebuah kewajiban sebagai seorang istri, maka dari itu keadaan apapun dianggapnya sebagai sebuah ibadah, ia lebih berpikir masih banyak orang diluar sana merasakan hal yang lebih berat dalam hidupnya.
“ini adalah takdir, tinggal bagai mana kita menjalaninya, kalau dianggap berat maka akan terasa berat,” ucapnya.
Kesehariannya menjadi istri sekda dijadikannya sebagai sebuah cara melatih diri untuk menjadi wanita yang sabar dan ikhlas menjalani hidup, sehingga apa yang sudah di amanahkan oleh yang maha kuasa merupakan anugerah dan titipan semata.
” Jabatan yang kita terima bukanlah hal yang kekal jadi kita jalani saja dengan ikhlas,” ucapnya sambil tersenyum.
Sebagai manusia biasa rasa rindu akan kumpul bersama keluarga merupakan sebuah keniscayaan, karena itu merupakan sumber vitamin dalam hidup, karena kebersamaan merupakan sebuah anugerah yang paling berharga.
Baginya kesibukan dan kebutuhan harus se irama, namun ketika itu tidak terjadi maka Hj.Nurhidayati menganggapnya bagian dari Vitamin. untuk menambah etos kerja dan sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat.
“Sepanjang kita sadari bahwa apa yang kita lakukan tidak menyimpang dari apa yang kita inginkan ya tidak apa-apa,” jelasnya.
Namun rasa syukur tetap terucap, walaupun dengan keadaan yang begitu banyak dilematika, apalagi jabatan suaminya sebagai Sekda merupakan salah satu jabatan yang begitu berat tanggung jawabnya, walaupun terkadang ia merasa iba, melihat beban permasalahan yang harus suaminya selesaikan.
“Tugas kita sebagai seorang istri harus bisa menenangkan hati suami, jadi di saat suami lagi banyak pikiran jangan ditambah lagi,” ucapnya
Untuk menghibur diri di sela-sela kesendiriannya dirumah, sembari menunggu suaminya pulang, ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak bungsunya, karena baginya anak merupakan sebuah kekuatan dalam hidup, bisa jadi penghibur dan bisa jadi teman.
Tentang Hj.Nurhidayati.
H.Nurhidayati merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini bertugas di Dinas Kesehatan Lotim, Ia merupakan seorang bidan.
(Arul/ Poroslombok)
















