Mengapresiasi Inisiatif PJ Bupati Lombok Timur: Kearifan Lokal sebagai Solusi untuk Mencegah Bunuh Diri

(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Selama beberapa pekan terakhir, Kabupaten Lombok Timur diguncang oleh meningkatnya kasus bunuh diri. Fenomena ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan pemerintah setempat.

Salah satu faktor yang dinilai berkontribusi signifikan adalah kemungkinan permasalahan utang. Namun, menurut para ahli, kasus bunuh diri tidak bisa dipandang dari satu sisi saja.

Prof. Dr. Azhari A. Samudra, seorang akademisi dan promotor doktoral Pj. Bupati Lombok Timur, Drs. HM. Juaini Taofik, M.AP, di Universitas Muhammadiyah Jakarta, menekankan pentingnya memahami kompleksitas penyebab bunuh diri.

Dia menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kambuhnya penyakit, pengalaman pelecehan, perilaku impulsif, depresi, dan penggunaan narkoba juga ikut berperan dalam kasus bunuh diri di beberapa wilayah.

Namun, yang paling menonjol ialah konflik interpersonal, baik dalam lingkungan bekerja maupun keluarga, turut menjadi pemicu. “Konflik dalam rumah tangga sering kali menjadi alasan yang tidak disadari, dan ini perlu penanganan yang serius, dan solusi kerarifan lokal menjadi solusi terbaik (back to nature) ” lanjut Prof. Azhari, yang juga sebagai konsultan di Kementrrian, Rabu (11/09).

Pemerintah daerah, melalui Pj. Bupati Lombok Timur, telah mengusulkan pendekatan berbasis kearifan lokal sebagai solusi. “Menghidupkan kembali musyawarah mufakat di masyarakat kita sangat penting. Peran tokoh-tokoh seperti tetua adat, ulama, dan pemimpin informal sangat dibutuhkan,” paparnya.

Pendekatan ini diharapkan dapat membangun kembali dukungan sosial yang kuat dalam masyarakat. Dengan adanya tempat untuk mengadu, masyarakat diharapkan dapat menemukan solusi atas permasalahan mereka tanpa harus memilih jalan pintas seperti bunuh diri.

Menurut data yang ada, kasus bunuh diri sering kali terjadi akibat tekanan yang dirasakan oleh individu dan kurangnya dukungan emosional. Oleh karena itu, peran komunitas dan tokoh masyarakat menjadi vital dalam mencegah hal ini.

Pemerintah daerah juga telah mengadakan beberapa diskusi terbuka dan lokakarya untuk memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan mental. Langkah ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk para akademisi dan praktisi kesehatan.

Dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan para ahli, diharapkan angka kasus bunuh diri di Lombok Timur dapat ditekan. Peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan dukungan sosial menjadi kunci utama dalam menyelesaikan masalah ini.

(Arul/PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU