LOTIM | POROSLOMBOK – Pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Balai Wisata Gunung Rinjani (BTNGR) yakni Otak Koko’ Joben Desa Pesangrahan Kabupaten Lombok Timur keluhkan omset yang menurun dratis hingga 70% , tidak seperti sebelum Pandemi Covid-19, yang lumayan tinggi.
Hal tersebut diungkapkan inaq Astiah, salah satu pedagang yang berjualan di sekitar wisata otak koko’ Joben saat dikonfirmasi awak media minggu (24/10)

Dikatakannya sebelum Pandemi omset yang ia dapatkan sekitar 200 ribu per- hari namun saat ini berkisar 17.000 jauh dari penghasilan yang biasa ia peroleh.
Tak hanya itu Astiah juga keluhkan kurangnya perhatian dari Pemerintah baik Desa Maupun kabupaten karna tidak bisa dipungkiri dirinya juga termasuk masyarakat yang terkena dampak Pandemi Covid-19 namun sampai saat ini ia mengaku belum merasakan bantuan apapun sejak pendemi ini.
“Kalau Masyarakat yang lain banyak yang dapat bantuan tapi kalau saya tidak pernah dapat bantuan apapun, malah kita yang memberikan setoran tiap minggu sebesar Rp.5.000 kepengelola” keluhnya
Lebih lanjut Astiah menjelaskan walapun pendapatannya menurun namun setoran sewa lapak tetap di keluarkan setiap minggunya sehingga kedepan dirinnya berharap ada bantuan dari Pemerintah baik desa maupun kabupaten untuk meringankan beban para pedagang di kawasan wisata BTNGR.
“Semoga Pemerintah memberikan perhatian untuk kami karna saat ini kami juga punya tanggungan sedangkan penghasilan kami jauh dari harapan sejak pandemi ini apalagi saya seorang janda” imbuhnya
Sementara itu kepala Desa Pesanggrahan H.Badrun saat dikonfirmasi via telpon terkait hal tersebut menyampaikan bahwa PKL yang ada di Wisata TNGR sudah mendapatkan bantuan berupa paket tenda dan sebagainya, namun tidak bisa semua menerima kare,na terkendala anggaran yang terbatas.
“Bantuan ini kita dapat dari Dinas Sosial biasa namanya juga masyarakat ada saja yang mengeluh, bahkan kita sudah ajukan bantuan untuk para pelapak sampai ke Dinas Sosial Provinsi” ucapnya, senin (25/10)
Untuk bantuan sembako dari Desa kata H.Badrun belum bisa diberikan karena tidak semua pelapak yang dijoben warga Desa Pesanggrahan tentu hal ini juga perlu pertimbangkan namun kata dia pihak Pemdes sudah ada rencana program pemberdayaan untuk para pedagang kaki lima.
“Saat ini masih dalam tahap
pengusulan saat Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDES), beberapa waktu yang lalu, tapi masih dalam tingkat pengusulan saja belum sampai ke tahap Musrenbangdes” tutupnya (rl)

















