(PorosLombok.com) – Jalur pendakian Gunung Rinjani kembali memakan korban. Kali ini menimpa wisatawan asal Belanda yang terjatuh di jalur curam menuju Danau Segara Anak.
Korban diketahui bernama Sarah Tamar Van Hulten, yang mendaki melalui jalur resmi Sembalun, bersama tiga rekannya dan satu pemandu lokal.Kamis (17/7),
“Korban masih selamat, namun diduga mengalami luka di bagian kepala belakang dan cedera tulang leher,” ujar Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman.
Kejadian ini hanya berselang beberapa waktu setelah insiden serupa yang menimpa pendaki asal Swiss di titik yang hampir sama.
Sarah dan rombongan mulai mendaki sejak Rabu (16/7), dan ketika menuju Danau Segara Anak, ia diduga terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam 20–30 meter.
“Lokasi jatuhnya sekitar 50 meter sebelum jembatan Segara Anak, kawasan yang cukup ekstrem,” jelas Nikolas.
Pemandu langsung melapor ke petugas TNGR Sembalun pada pukul 13.08 WITA, lalu diteruskan ke Polsek, Koramil, dan BASARNAS untuk evakuasi.
Sekitar pukul 13.45 WITA, personel gabungan dari Polsek dan Koramil Sembalun sudah siaga di Pos TNGR sambil menunggu keputusan jalur evakuasi.
“Karena medannya berat, diputuskan evakuasi udara menggunakan helikopter milik Bali Air,” ujar Nikolas menambahkan.
Helikopter take off dari Denpasar pukul 15.45 WITA dan tiba di Pelawangan Sembalun pukul 16.45 WITA, disusul evakuasi yang berjalan lancar.
“Pukul 16.54 WITA korban berhasil diangkat dan langsung diterbangkan ke RS BIMC Bali,” katanya.
Kini, Sarah masih menjalani perawatan medis intensif setelah selamat dari insiden di jalur ekstrem yang kerap menelan korban tersebut.
(arul/PorosLombok)















