Target Zakat BAZNAS Lombok Timur Rp31 Miliar Tahun Ini

BAZNAS Lombok Timur terapkan strategi pendekatan personal dan sistem digital terintegrasi guna mendongkrak capaian zakat hingga 100 persen tahun ini.

Lombok Timur, Poros LombokBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Timur memasang target pengumpulan zakat Rp31 miliar pada 2026. Angka itu melonjak tajam dari rata-rata capaian sebelumnya sekitar Rp15 miliar per tahun, seiring penguatan strategi menjaring muzaki di daerah tersebut.

Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Lombok Timur, H. Murjoko, menegaskan kenaikan target menuntut pendekatan yang lebih personal kepada kalangan aghnia.

“Kami menyentuh para calon muzaki agar tergerak menyalurkan zakat lewat BAZNAS supaya manfaatnya menjangkau lebih banyak penerima,” katanya Kepada PorosLombok, Rabu (11/02/2026).

Untuk itu, lembaga ini memfokuskan kerja lapangan pada komunikasi langsung dengan pengusaha dan profesional. Skema tersebut dirancang agar pengumpulan zakat BAZNAS Lombok Timur tidak hanya meningkat secara nilai, tetapi juga berdampak merata pada mustahik.

“Distribusi kami arahkan ke sektor yang benar-benar membutuhkan, mulai dari kesehatan, pendidikan, sampai penguatan ekonomi keluarga miskin,” katanya.

Langkah berikutnya, BAZNAS membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha besar agar tetap terlibat dalam penyaluran dana. Mekanisme itu menjaga transparansi sekaligus meningkatkan kepercayaan muzaki terhadap lembaga pengelola zakat resmi.

“Dana yang masuk bisa disalurkan bersama sesuai kesepakatan, sehingga pengusaha mengetahui langsung manfaat zakatnya,” jelasnya.

Skema Terikat dan Digitalisasi Zakat

Secara teknis, pengumpulan dibagi ke dalam zakat terikat dan zakat bebas. Pola ini memberi fleksibilitas kepada aghnia dalam menentukan sasaran bantuan tanpa keluar dari koridor regulasi BAZNAS.

“Jika muzaki ingin zakatnya khusus membantu pasien sakit atau sektor tertentu, itu masuk kategori terikat,” ujarnya.

Di sisi lain, pertumbuhan bisnis online dengan omzet besar mendorong BAZNAS Lombok Timur memperkuat infrastruktur teknologi informasi. Pengembangan sistem digital memudahkan akses berzakat bagi UMKM daring yang tidak memiliki kantor fisik.

“Nanti proses pengumpulan sampai pelaporan ke publik dilakukan secara online agar transparan dan cepat,” katanya.

Dengan kombinasi pendekatan personal, skema zakat terikat, serta digitalisasi layanan, BAZNAS optimistis target pengumpulan zakat Rp31 miliar tercapai. Strategi ini diharapkan memperluas jangkauan bantuan dan memperkuat kepercayaan muzaki di Lombok Timur.

(Poros Lombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU