​Volume Sampah di Lombok Timur Melonjak Selama Ramadhan

Volume Sampah Ramadhan di Lombok Timur Tembus 117 Ton Per Hari, DLH Dorong Program 3R Guna Antisipasi Penyempitan Lahan TPA Ijobalit Dalam Lima Tahun Mendatang.

(PorosLombok.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur mencatat kenaikan volume sampah harian yang masuk ke TPA Ijobalit sepanjang bulan suci ini. Aktivitas konsumsi warga memicu lonjakan tonase limbah sejak awal puasa.

​Kepala DLH Lombok Timur, Dr. H. Fathurrahman, membenarkan bahwa intensitas kegiatan masyarakat menambah beban pembuangan daerah. Tren kenaikan ini terlihat merata pada kawasan pusat kota hingga wilayah pedesaan.

​”Volume sampah yang masuk ke TPA awalnya rata-rata 112 ton per hari,” kata Fathurrahman saat memberikan keterangan Kepada PorosLombok.com, Senin (23/02).

​Kini angka kiriman sampah harian merangkak naik hingga menyentuh angka 116 sampai 117 ton. Kehadiran pedagang takjil serta meningkatnya belanja rumah tangga menjadi faktor utama di balik pertumbuhan angka tersebut.

​Fathurrahman menjelaskan bahwa setiap aktivitas tambahan warga secara otomatis menghasilkan sisa buangan. Hal ini menuntut armada pengangkut bekerja ekstra guna menjaga kebersihan lingkungan di seluruh kecamatan.

​”Peningkatan aktivitas masyarakat berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dihasilkan,” jelasnya.

​Guna menekan pembengkakan yang lebih besar, DLH mendorong warga mengelola limbah mandiri melalui metode Reduce, Reuse, dan Recycle. Langkah tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan pada lahan pembuangan akhir di Ijobalit.

​Masyarakat perlu memilah material yang masih memiliki nilai guna sebelum membuangnya ke tempat sampah. Upaya kolektif ini menjadi solusi efektif untuk memperpanjang usia pakai infrastruktur pengolahan sampah yang ada.

​”Kami menyarankan warga menerapkan 3R agar tidak semua sampah berakhir di TPA,” ujarnya.

​Mengenai daya tampung lahan di TPA Ijobalit, pihak dinas menjamin kondisi area penampungan saat ini masih aman. Namun, mereka tetap mengevaluasi sisa umur pakai lahan secara berkala demi mengantisipasi penumpukan.

​Analisis teknis menunjukkan lahan tersebut akan mengalami penyempitan signifikan dalam lima hingga enam tahun mendatang jika warga tidak melakukan pengurangan. Oleh sebab itu, kampanye pembatasan sampah plastik terus berjalan intensif.

​”Tahun ini kapasitas masih mencukupi, namun pertimbangan untuk masa depan harus mulai dari sekarang,” katanya.

​Pemerintah daerah optimis kesadaran warga dalam mengelola limbah rumah tangga dapat mengendalikan masalah residu selama Ramadhan. Kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci utama keberhasilan program kebersihan ini.

(PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU