Lombok Timur,PorosLombok– Kualitas pendidikan penduduk di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren pertumbuhan positif pada tahun 2025.
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat berusia 25 tahun ke atas di wilayah tersebut kini menyentuh 7,71 tahun.
Capaian ini nyatanya belum mampu melampaui standar pendidikan di tingkat provinsi. Secara umum, durasi belajar penduduk di seluruh wilayah NTB sudah mencapai angka 8,21 tahun pada periode yang sama.
Jika membandingkan dengan kondisi tahun lalu, terdapat kenaikan sebesar 0,35 tahun atau setara 4,76 persen dari angka 7,36 tahun. Progres dalam kurun waktu lima tahun terakhir juga mencatatkan lonjakan hingga 1,01 tahun atau tumbuh sebesar 15,07 persen
Angka 7,71 tahun tersebut mencerminkan realita bahwa mayoritas masyarakat di daerah ini rata-rata hanya mengenyam pendidikan hingga jenjang kelas VII SMP. Kondisi tersebut masih tertinggal cukup jauh dari standar RLS nasional yang berada pada level 9,07 tahun pada 2025
Dalam peta persaingan antardaerah di Bumi Gora, Lombok Timur harus puas menduduki peringkat ketujuh dari total 10 kabupaten/kota. Statistik ini menunjukkan adanya disparitas kualitas sumber daya manusia yang cukup mencolok antarwilayah di NTB
Kota Bima memimpin sebagai daerah dengan kualitas pendidikan terbaik melalui durasi belajar masyarakat yang mencapai 10,97 tahun. Sebaliknya, Kabupaten Lombok Utara masih menempati posisi terendah di provinsi tersebut karena hanya mencatatkan angka 6,75 tahun.
Daftar lima besar daerah dengan tingkat sekolah tertinggi di NTB bermula dari Kota Bima, kemudian menyusul Kota Mataram sebesar 9,89 tahun. Selanjutnya, Kabupaten Dompu menempati urutan ketiga dengan torehan durasi sekolah selama 9,38 tahun
Kabupaten Sumbawa Barat menyusul pada posisi keempat dengan perolehan angka 9,35 tahun. Menutup jajaran elit pendidikan tersebut, masyarakat di Kabupaten Sumbawa memiliki durasi sekolah selama 8,88 tahun.
(PorosLombok)















