Lombok Utara Tanam Kurma, Bupati Najmul Siapkan Kebijakan dan Pabrik

Tak lagi wacana, Bupati TGH Najmul Akhyar siapkan regulasi dan pabrik guna menyulap 3.007 pohon kurma menjadi ikon ekonomi baru di Bumi Tioq Tata Tunaq.

Lombok Utara, PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kini resmi memperkuat posisinya sebagai wilayah potensial pengembangan komoditas kurma di Nusa Tenggara Barat dengan total 3.007 batang pohon yang tertanam sejak 2016 hingga Jumat (20/02).

​Kepala Dinas Pertanian Lombok Utara, Tresnadi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan gerakan nyata untuk menciptakan sektor unggulan baru. Pihaknya mencatat sebanyak 224 pohon sudah berbuah dan ratusan lainnya mulai produktif.

​“Hari ini kita berbicara bukan hanya tentang angka, tetapi tentang harapan, masa depan, dan potensi besar yang sedang tumbuh di Bumi Tioq Tata Tunaq,” tegasnya.

​Optimisme tersebut didasari oleh kecocokan agroklimat lokal yang terbukti mampu mendukung pertumbuhan tanaman asal Timur Tengah ini secara masif. Tresnadi meyakini jumlah populasi di lapangan jauh lebih tinggi karena banyak warga menanam di pelosok desa.

​“Kita tidak hanya ingin menanam dan memiliki pohon, tetapi ingin menghasilkan kualitas dan menjadi daerah penghasil kurma unggulan, bukan sekadar swasembada,” jelasnya.

​Bupati Lombok Utara, TGH Najmul Akhyar, kemudian menjelaskan bahwa anggapan kurma hanya bisa tumbuh di padang pasir merupakan pemahaman yang kurang tepat. Menurutnya, negara tropis seperti Thailand telah sukses membudidayakan tanaman tersebut.

​“Alhamdulillah, kurma kita ini akan mempersamai potensi besar Lombok Utara seperti kopi, cengkeh, cokelat, vanili,” ujarnya.

​Guna mendukung ekosistem yang berkelanjutan, Najmul berjanji akan segera merumuskan regulasi khusus terkait perlindungan serta pengembangan lahan. Langkah konkret ini diambil agar deklarasi ikon daerah tidak berhenti pada tataran seremoni.

​“Deklarasi ini pasti akan kita ikuti dengan kebijakan,” katanya.

​Strategi jangka panjang juga menyentuh aspek hilirisasi melalui rencana pembangunan pabrik pengolahan hasil panen guna memaksimalkan pemanfaatan lahan kering. Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi teknologi dan pemasaran bagi para petani.

​“Sangat memungkinkan ke depan,” pungkasnya.

(PorosLombok.com)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU