PorosLombok.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara resmi merumuskan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musrenbang RKPD guna mengalihkan fokus dari proyek fisik menuju penguatan kualitas hidup serta ekonomi masyarakat, Rabu (5/3/2026).
Forum strategis ini mempertemukan sekitar 250 peserta lintas unsur mulai dari DPRD hingga tokoh masyarakat untuk menyinkronkan usulan pembangunan tingkat desa agar selaras dengan prioritas daerah di masa depan.
Kepala Bapprida Lombok Utara Hermanto menjelaskan bahwa musyawarah tersebut menjadi ruang krusial untuk mengidentifikasi berbagai inovasi desa yang berpotensi mendongkrak pelayanan publik serta kesejahteraan lokal.
“Musrenbang RKPD bertujuan menajamkan dan menyelaraskan berbagai usulan pembangunan agar terintegrasi dengan prioritas daerah,” katanya.
Langkah ini dipastikan menjadi fondasi dalam penyusunan dokumen RKPD yang akan berfungsi sebagai pedoman tahunan bagi seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
Kepala Bidang P2EPD Bappeda NTB Firmansyah menilai tema penguatan kualitas hidup yang diusung daerah ini sangat sinkron dengan program strategis provinsi, terutama terkait pengelolaan sampah dan kemandirian desa.
“Forum ini harus melahirkan kesepakatan pembangunan yang benar-benar menjadi prioritas dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPRD Lombok Utara Agus Jasmani menyoroti sektor pertanian sebagai basis utama mata pencaharian warga, sehingga kebijakan fiskal mendatang wajib berpihak pada nasabah tani dan pembukaan lapangan kerja baru.
Legislatif mencatat sebanyak 886 pokok pikiran telah diinput ke dalam sistem informasi pemerintahan guna memastikan aspirasi masyarakat melalui jalur reses terakomodasi secara maksimal dalam rencana belanja daerah.
“DPRD juga mendorong pemerintah daerah memperbanyak pelatihan keterampilan guna menyiapkan masyarakat menghadapi peluang kerja yang semakin berkembang,” jelasnya.
Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menegaskan bahwa keberhasilan intervensi program terlihat nyata dari angka kemiskinan yang merosot tajam dari 23,96 persen menjadi 20,74 persen dalam kurun waktu setahun terakhir.
Pemerintah daerah berkomitmen terus memperkuat ketahanan sosial serta kapasitas sumber daya manusia agar pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan warga.
“Pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” pungkasnya.*















