Ancaman Virus Nipah Mengintai, Dinkes Mataram Minta Warga Jaga Pola Hidup

Data medis menunjukkan virus ini memiliki rekam jejak mengkhawatirkan sejak muncul di Malaysia pada periode 1998-1999. Virus tersebut memiliki angka kematian ekstrem yang mencapai kisaran 70 hingga 75 persen.

Mataram – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram merespons cepat isu penyebaran virus Nipah yang memicu perdebatan di media sosial.

Berdasarkan instruksi resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), otoritas medis setempat kini memperketat pengawasan terhadap penyakit zoonosis berbahaya tersebut.

​Kepala Dinkes Kota Mataram, dr. Emirald Isfihaan, mengategorikan patogen ini sebagai emerging disease. Artinya, gangguan kesehatan yang pernah muncul di masa lampau tersebut membawa risiko besar bagi masyarakat luas jika muncul kembali.

​”Penyakit ini berpotensi memberikan pengaruh signifikan pada kesehatan publik,” ungkap Emirald saat memberikan keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).

Mengenali Gejala dan Fatalitas Tinggi

​Data medis menunjukkan virus ini memiliki rekam jejak mengkhawatirkan sejak muncul di Malaysia pada periode 1998-1999. Virus tersebut memiliki angka kematian ekstrem yang mencapai kisaran 70 hingga 75 persen.

​Masyarakat harus mengenali sejumlah tanda awal infeksi, antara lain:

  • Demam Tinggi: Suhu tubuh melonjak secara mendadak.
  • Nyeri Tubuh: Rasa sakit menyerang area persendian dan otot.
  • Infeksi Otak: Peradangan otak yang memicu dampak fatal bagi penderita.

​Emirald menekankan bahwa tenaga medis belum memiliki vaksin atau pengobatan spesifik hingga saat ini. Oleh karena itu, deteksi dini di fasilitas kesehatan menjadi kunci utama untuk menyelamatkan pasien.

Cara Mencegah dan Filter Informasi

​Dalam rapat koordinasi bersama jajaran kepolisian, Dinkes menyusun langkah proteksi mandiri untuk warga. Masyarakat harus membatasi interaksi langsung dengan hewan pembawa, khususnya kelelawar dan babi.

​Warga juga wajib menerapkan standar kebersihan pangan melalui langkah berikut:

  1. ​Mencuci buah-buahan sampai bersih sebelum mengonsumsinya.
  2. ​Memasak daging dan bahan makanan hingga matang sempurna.
  3. ​Menjalankan sanitasi diri dengan mencuci tangan secara rutin.

​Dinkes Kota Mataram juga meminta publik agar lebih selektif dalam menyaring berita. Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai hoaks yang sering memicu kegaduhan dan kepanikan massal.

​”Gunakan rujukan dari kanal terpercaya demi menjaga ketenangan serta kesehatan lingkungan kita bersama,” pungkasnya.

(PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU