(Mataram, PorosLombok.com) – Di bawah langit biru yang cerah, Pemerintah Kota Mataram memulai babak baru dalam sejarah pembangunan kota dengan menata kawasan eks Bandara Selaparang. Hari itu, 31 Agustus 2024, menjadi momen penuh haru ketika pengelolaan kawasan ini resmi beralih dari PT Angkasa Pura kepada Pemkot Mataram. Langkah ini adalah lebih dari sekadar perubahan fisik; ini adalah langkah menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan.
Kawasan yang dulunya menjadi saksi bisu lalu lintas udara kini menjadi selembar kanvas kosong, siap diisi dengan visi dan harapan baru. Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, bersama para pejabat penting, memasuki area yang luas itu dengan hati penuh semangat. Mata mereka menyapu landasan, melihat tidak hanya potensi tetapi juga impian yang bisa diwujudkan untuk generasi mendatang.
Pada pagi yang penuh rasa syukur, angin berbisik lembut membawa harapan yang tersimpan di hati setiap orang yang hadir. Bersama Sekretaris Daerah L. Alwan Basri dan Kepala Dinas Pariwisata Cahya Samudra, Walikota melangkah dengan tekad, menggambarkan visi mereka untuk sebuah Mataram yang lebih hijau, inovatif, dan berdaya saing.
Setiap langkah di tanah bekas landasan itu adalah langkah menuju perubahan. Di sini, bukan hanya tentang mengubah bangunan dan tata ruang, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga kota. Kawasan ini akan menjadi simbol dari kekuatan kolaborasi dan kerja keras yang mengakar kuat dalam masyarakat Mataram.
Walikota Mohan, dengan suara yang penuh keyakinan, berbicara tentang rencana besar yang telah mereka siapkan. “Kita tidak hanya ingin membersihkan dan merapikan, tetapi juga menciptakan pusat inovasi yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda,” ucapnya, menggugah semangat setiap orang yang mendengarnya. Kata-katanya membangkitkan impian yang selama ini mungkin hanya tersimpan di benak.
Rencana pengembangan fasilitas publik di area ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang menciptakan ruang di mana setiap individu merasa memiliki tempat. Tempat ini akan menjadi lokasi di mana semua orang, dari berbagai latar belakang, bisa berkumpul dan berbagi ide serta pengalaman, menguatkan ikatan sosial di antara mereka.
Matahari bersinar lembut mengiringi perjalanan mereka hari itu, seolah memberikan restu pada setiap niat baik yang diucapkan. Suasana penuh harapan ini menyelimuti kawasan eks bandara, menjadikannya tempat di mana mimpi-mimpi baru bisa lahir dan tumbuh subur. Setiap sudut kawasan itu berbicara tentang potensi yang menunggu untuk diwujudkan.
Kolaborasi dan Sinergi: Kunci Sukses Transformasi
Kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan visi besar ini. Dengan menggandeng sektor swasta dan masyarakat lokal, Pemkot Mataram ingin menciptakan sinergi yang harmonis, di mana setiap orang merasa terlibat dalam proses perubahan. Ini adalah perjalanan bersama, di mana setiap individu memiliki peran penting untuk dimainkan.
Dukungan dari berbagai pihak adalah bahan bakar yang akan menyalakan api perubahan. Dengan semangat gotong royong, kota ini berharap dapat mengubah eks Bandara Selaparang menjadi pusat inovasi yang tidak hanya memajukan ekonomi tetapi juga memperkaya kehidupan sosial masyarakat. Setiap kontribusi, sekecil apapun, menjadi bagian dari mozaik besar yang membentuk masa depan kota.
Pengelolaan baru ini adalah tentang lebih dari sekadar pembangunan fisik; ini adalah tentang menanamkan inspirasi dan harapan bagi daerah lain. Pemkot Mataram berharap, dengan menjadikan eks Bandara Selaparang sebagai model, dapat menunjukkan bagaimana aset yang dikelola dengan penuh cinta dan perhatian dapat membawa dampak positif bagi pembangunan kota secara keseluruhan.
Di tengah semua antusiasme ini, ada kesadaran bahwa perubahan tidak akan terjadi dalam semalam. Namun, dengan setiap langkah kecil, dengan setiap usaha yang dilakukan, impian ini semakin mendekati kenyataan. Ini adalah perjalanan panjang, tetapi juga perjalanan yang penuh makna dan harapan. Setiap hari membawa kita lebih dekat kepada visi yang diimpikan.
Saat senja mulai merayap dan cahaya matahari perlahan menghilang di balik cakrawala, eks Bandara Selaparang berdiri sebagai janji akan masa depan yang lebih baik. Sebuah ikon baru bagi Kota Mataram, pusat aktivitas yang menjanjikan peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Ini adalah ruang di mana inovasi bertemu dengan tradisi, menciptakan sinergi yang memajukan.
Langkah ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju Mataram yang lebih maju dan sejahtera. Sebuah kota di mana harapan dan kenyataan bertemu, menciptakan harmoni yang indah dan berkelanjutan. Di sini, setiap usaha dan kerja keras akan menjadi bagian dari cerita besar yang akan dikenang oleh generasi mendatang.
Di tempat ini, harapan tidak hanya menjadi angan-angan tetapi diwujudkan dalam setiap tindakan nyata. Dari tanah yang dulu menjadi saksi bisu, kini terlahir kembali sebagai simbol kebangkitan dan semangat baru. Mataram, dengan segala potensi dan kekayaannya, siap melangkah ke depan dengan penuh keyakinan.
Eks Bandara Selaparang adalah lebih dari sekadar lokasi; ini adalah titik awal dari transisi menuju masa depan yang lebih cerah. Di bawah bimbingan dan visi Pemkot Mataram, kawasan ini akan tumbuh menjadi pusat dari segala yang progresif dan berkelanjutan. Ini adalah janji kepada setiap warga kota, bahwa perubahan nyata sedang berjalan.
Dengan semangat yang terus berkobar, Mataram menatap masa depan dengan penuh optimisme. Kawasan eks bandara ini akan menjadi rumah bagi inovasi dan kreativitas, tempat di mana impian dan kenyataan bertemu, menciptakan sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya. Ini adalah perjalanan yang berharga, dan setiap langkah membawa kita lebih dekat pada Mataram yang kita impikan bersama.
(Arul/PorosLombok)














