Mataram, PorosLombok – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menetapkan target baru untuk memulai aktivitas di gedung Bale Mentaram dalam waktu dekat.
Pihak eksekutif mengupayakan seluruh proses perpindahan kantor pusat ini tuntas sebelum memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Jadwal pemanfaatan gedung baru ini sebenarnya meleset dari rencana awal pada 1 Februari kemarin. Kendala teknis serta urusan berkas administratif menjadi alasan utama mengapa jadwal operasional kantor tersebut harus mengalami pergeseran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, Lalu Alwan Basri menyebut sektor infrastruktur digital memerlukan kesiapan yang sangat matang.
”Targetnya 1 Februari tapi kan persiapan di Kominfo juga kan tidak bisa serta-merta, ada beberapa berkas dan dokumen yang harus kita siapkan juga di sana,” katanya.Senin (9/02/2026).
Alwan menekankan bahwa penyediaan jaringan komunikasi saat ini menjadi prioritas utama tim di lapangan. Tanpa konektivitas internet yang stabil, ia mengkhawatirkan pelayanan kepada masyarakat akan mengalami hambatan saat mulai berkantor di sana.
”Termasuk wifi termasuk jaringan-jaringan untuk komunikasi, ya itu juga membutuhkan waktu,” katanya.
Cicil Pemindahan Barang Kantor
Meski jadwal semula tidak terpenuhi, Alwan menginstruksikan jajarannya untuk segera mengangkut peralatan kantor secara bertahap. Strategi mencicil barang-barang yang sudah siap pakai bertujuan agar beban kerja saat transisi tidak menumpuk di satu waktu.
“Kalau bisa kita harapkan sebelum Ramadan biar di situ sudah ada. Paling kita di sini kesiapan alat-alat yang ada di sini yang bisa kita pindah ke sana,” jelasnya.
Pihak pemerintah memprediksi aktivitas birokrasi baru akan berjalan efektif sepenuhnya setelah momen Ramadan berakhir. Langkah percepatan ini tetap berjalan guna mematuhi perintah langsung dari pemerintah pusat terkait pemanfaatan aset daerah.
“Itu kan arahan Mendagri untuk segera ditempati. Nanti kalaupun kita harus lapor, kita lapor sebenarnya,” tegasnya.
Mengenai adanya aktivitas pembangunan yang masih berjalan, Alwan memastikan hal tersebut tidak menjadi masalah berarti. Pihak konsultan proyek sudah memberikan garansi bahwa sisa pengerjaan fisik tidak akan mengganggu kenyamanan para pegawai.
“Sudah kita tanyakan ke konsultan. Ya ada sih pengaruhnya tapi tidak terlalu signifikanlah pengaruhnya,” pungkasnya.
(PorosLombok)















