LOTIM | Poroslombok –
Setelah dilaunching untuk pertamakali oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB pada tanggl 13 Agustus 2021 lalu, kini “GERAY PUJASERA” Pusat Barang Jasa Serba Rakyat milik SMKN 1 Sikur akan dilaktifkan kembali setelah sempat vakum (tidak beroperasi) untuk beberapa waktu.

Adanya pembangunan gedung baru membuat Geray tersebut tidak bisa aktif untuk beroperasi. Karnanya, rencana untuk mengaktifkan kembali Gerai tersebut dengan pola yang lebih profesional dan lebih menarik.
“Pola kita akan lebih profesional, menarik dan milenial. Baik dari sisi lokasi, penataan lampu-lampu dan lain sebagainya,” kata Kepala Sekolah SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad, SPd.,MPd, kepada poroslombok diruang kerjanya, Sabtu (22/01/22).
Hasbi mengatakan, dirinya memiliki hajatan dimana pada suatu saat nanti pusat unggulan berupa Geray makanan itu dapat menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), agar produk-produk hasil karya siswa SMKN 1 Sikur dapat diakses oleh orang luar, dan secara yuridis sudah tentu bisa masuk ke market-market modern saat ini.
Adapun jenis-jenis produk unggulan yang sudah mulai diperkenalka, sebut Hasbi, seperti Krepek Ares (dari bahan batang pisang-red), Nastar Ubi Ungu, Stik Ubi Ungu, Minuman Sari Nanas, Racikan Kurma Susu, Racikan Gula Kurma dan lain-lain.
Namun begitu, lanjut dia, saat ini pihaknya belum bisa memproduksi semua produk unggulannya dalam jumlah partai besar, karna belum bisa dipasarkan secara umum dikarenakan ijin badan usaha BLUD belum dikantongi.
“Masih dalam partai kecil saja, untuk memenuhi program-program yang sifatnya praktek, itu saja yang kita lakukan untuk sementara,” terangnya.
Program-program yang dilaksanakan, terang Hasbi, mengingat SMKN 1 Sikur sudah mengadopsi sistem pembelajaran berbasis industri dan tes uji Teaching Factory (TEFA).
Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi / jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.
“Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Makanya pihak industri mengintervensi kami,” tutur dia.
Intervensi dianggap perlu demi mengukur kualitas sebuah produk yang dihasilkan oleh siswa pada suatu sekolah agar mampu bersaing dengan produk-produk di luar, baik kualitas rasa, kemasan maupun harga.
“Bahkan kalo masalah harga kita harus lebih murah. Karna tenaga dari anak-anak kita,”ujarnya.
Masalah harga, tandas dia, sudah disesuaikan dengan kantong milenial. Dengan budget hanya 20 ribu saja pengunjung sudah bisa membeli donat, minuman dan makanan lainnya, karna harga tertinggi untuk satu produk tertentu dibanderol seharga 15 ribu saja.
“Nanti kita juga akan buat class music. Jadi anak-anak juga bisa melakukan live music di gerai angkringan yang kita buat,” cetusnya.
Dipaparkan juga, bahwa SMKN 1 Sikur menjadi sekolah pusat unggulan. Dimana yang menjadi unggulan sekolah tersebut adalah kuliner, tata boga dan lain-lain. Rencananya, dalam waktu dekat ini gubernur akan hadir untuk meresmikan restoran milik sekolah itu.
Keberadaan fasilitas yang dimiliki SMKN 1 Sikur itu selaras dengan visi-misi yang diusungnya. Satu visi-misi itu adalah menjadi lembaga vokasi yang SIKUR.
“SIKUR itu: Smart, Inovatif, Kreatit, Unggul dan Religius. Nah itulah yang menjadi payung kami untuk mengembangkan SMK 1 Sikur,” demikian kata Hasbi memungkasi.
(anas/pl)
















