PorosLombok.com – Tradisi menangkap cacing laut tahunan di Pantai Torok Aik Belek, Desa Montong Ajan, Kabupaten Lombok Tengah berubah menjadi duka setelah seorang warga setempat dilaporkan hilang tergulung ombak besar.
Humas Kantor SAR Mataram I Gusti Lanang mengonfirmasi bahwa korban bernama Rustan Arifin (46) terseret arus kuat saat sedang berburu nyale poto di bibir pantai bersama rombongan warga lainnya.
“Kami menerima laporan adanya satu warga terseret arus saat mencari nyale di pantai,” katanya.Sabtu (07/03/2026).
Peristiwa nahas ini bermula ketika korban bersama anak kandungnya dan 15 rekan lainnya turun ke perairan sejak dini hari guna mengejar kemunculan nyale terakhir pada musim ini di pesisir selatan.
I Gusti Lanang menjelaskan bahwa aktivitas yang awalnya penuh kegembiraan tersebut mendadak berubah mencekam saat ombak setinggi dua meter datang menghantam kerumunan warga yang berada di area dangkal.
“Korban sempat beraktivitas di sekitar bibir pantai sebelum akhirnya tergulung ombak,” ujarnya.
Anak korban yang berada tidak jauh dari lokasi melihat langsung ayahnya terhempas arus kuat hingga terseret jauh ke tengah laut tanpa sempat meraih bantuan dari warga yang berada di sekitarnya.
Lanang menambahkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berenang sekuat tenaga menuju sisi timur pantai, namun tenaga pria tersebut kalah oleh tarikan arus bawah yang sangat kuat.
“Anak korban melihat langsung ayahnya terseret, kemudian segera memberitahu warga dan perangkat desa,” jelasnya.
Menyadari situasi genting tersebut, warga Dusun Torok Aik Belek segera melakukan penyisiran mandiri menggunakan perahu nelayan tradisional sembari menunggu bantuan dari tim evakuasi profesional tiba di lokasi kejadian.
Pihak otoritas menyebutkan bahwa koordinasi cepat telah dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur pengamanan guna memperluas area pencarian di sepanjang garis pantai yang dikenal memiliki karakteristik ombak yang ganas.
“Saat ini pencarian intensif masih terus berlangsung dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, hingga tim Damkartan Lombok Tengah guna menyisir titik koordinat,” pungkasnya.*














