PorosLombok.com – Pendaki asal Brasil, Juliana De Sauza Pereira Merins (27), yang terjatuh di jalur ekstrem Gunung Rinjani, akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi tak bernyawa, Rabu (26/6).
Korban ditemukan di kawasan Cemara Tunggal, jalur terjal menuju puncak Rinjani. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan menegangkan.
Tim gabungan dari berbagai unsur dikerahkan sejak pagi hari. Mereka bekerja di medan berat, berpacu dengan cuaca buruk yang tak bersahabat.
Pukul 06.00 WITA, tim mulai melakukan penanganan di titik penemuan korban. Medan terjal memaksa tim ekstra hati-hati saat mengangkat jenazah.
Sekitar pukul 13.51 WITA, jenazah berhasil dibawa ke titik anchor point atas.
Evakuasi berlanjut. Pada pukul 15.50 WITA, tim tiba di Pelawangan, dan langsung bergerak turun menuju Sembalun.
Akhirnya, pada pukul 20.40 WITA, jenazah pendaki malang itu tiba di Resort Sembalun, lalu dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTB.
“Evakuasi berjalan cukup berat, karena cuaca tidak stabil dan medan licin. Tapi semua anggota tim tetap fokus,” ungkap salah satu anggota tim evakuasi. Kamis (27/06).
Misi ini melibatkan kolaborasi lintas instansi—mulai dari petugas TNGR, Basarnas, aparat TNI-Polri, relawan hingga porter lokal. Semua bekerja di bawah tekanan.
Atas keberhasilan evakuasi ini, apresiasi disampaikan kepada seluruh tim yang terlibat.
“Semoga proses pemulangan jenazah berjalan lancar. Dan keluarga korban diberi kekuatan menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Juliana diduga terjatuh saat mendaki menuju puncak. Insiden ini menyisakan duka mendalam dan menjadi pengingat bahwa Rinjani bukan jalur main-main.
(arul/porosLombok)



















