dibawah pimpinannya orang pogadangan mendahului orang-orang Bali itu dengan menunggu dikoko Pdek. Diceritakan saat para pengungsi dari swela melewati Koko pdek terjadi penyerangan oleh orang pegading, sehingga banyak etnis Bali yang tewas karena penyergapan tersebut. Sedangkan sisanya yang masih hidup dijadikan tahanan.
Di desa-desa lain pun demikian, hampir semua etnis Bali berusaha meninggalkan Lombok Timur mereka menyebar mulai dari Tanjung sampai Cakranegara, hingga akhirnya pada tahun 1891 saat meletus perang Praya etnis Bali di Lombok Timur benar-benar telah pergi untuk selamanya,
Kini yang tersisa hanyalah cerita bahwa dulu di Lombok Timur, etnis Bali pernah bermukim dan beranak-pinak Namun karena peperangan, mereka harus rela meninggalkan tanah dan harta mereka .
(Arul/ PorosLombok)
Sumber – Buku HL lalu Ibrahim Toyib yang berjudul “Wajah Lombok Zaman Dahulu”,















