Inspiratif, Honorer di Lotim Nyambi Jualan Tas Anyaman Demi Bantu Pengerajin

Jumat 05-Agustus-2022 | Pukul 08.00

PorosLombok.com

Pagi buta terlihat laki-laki berbaju putih dengan membawa tas warna coklat, sambil menikmati sebatang rokok sembari memanaskan mesin motor klasiknya, untuk bersiap-siap berangkat bekerja. Di samping kiri motornya berjejer tas berbagai bentuk, yang berbahan dasar bambu, baik tas punggung, tas jinjing, dan beberapa model tas cewek maupun cowok lainnya.

Laki-laki itu adalah lalu Rodiyatul iman, (25) warga Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Lotim, yang berprofesi sebagai perawat honorer, bertugas di Klinik Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim. Gajinya yang tidak seberapa bukan masalah buatnya, yang penting ilmu yang ia dapatkan dapat diamalkan, mengingat susahnya mencari pekerjaan dimasa sekarang ini.

Untuk menambah penghasilan setiap harinya, ia rela jualan tas anyaman bambu yang di ambil dari beberapa pengerajin di desa Loyok, Bagi dia, tempatnya bekerja merupakan peluang usaha untuk menjajakan barang dagangannya. Dalam seminggu tas-tas jualannya bisa laku Lima sampai tujuh buah, dari hasil jualan ini ia putar kembali untuk menambah koleksi barang jualannya.

laki laki yang akrab dipanggil diyat ini mengungkapkan, Per-minggunya ia dapat meraup keuntungan hingga Empat Ratus Ribu Rupiah walaupun masih kotor karena belum dipotong modal. Namun semua ini tetap ia syukuri, apalagi Indonesia khususnya Lotim masih dalam tahap pemulihan ekonomi setelah sekian lama lesu akibat Pandemi Covid-19.

“Bagi saya yang penting ada tambahan untuk uang transportasi setiap hari, sudah cukup,” ucap diat sambil senyum dan penuh syukur.

Tak hanya buat transportasi, namun keprihatinannya kepada para pengerajin anyaman bambu khususnya pengerajin tas yang saat ini sepi pesanan, sejak Bom Bali satu dan dua, apalagi ditambah badai pandemi berkepanjangan sejak dua tahun silam. Setidaknya dari usaha ini beberapa pengerajin tetap bekerja, sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat.

“Kasihan para pengerajin kita, yang hanya dapat pesanan ketika ada event-event besar saja,” kata diat dengan nada sedih

Saat ini usaha yang ia geluti berangsur-angsur makin dikenal khususnya dikalangan ASN di Lingkup Pemda Lotim, sehingga pesanannya selalu ada, namun tentunya usaha yang ia jalankan tidak mengganggu pekerjaannya sebagai perawat, karena usaha ini ia jalankan ketika pulang dari kantor.

Ketika sampai rumah ia mulai berselancar di Media sosial untuk mempromosikan barang-barang dagangannya sehingga, tidak hanya off line saja, tapi online-pun tetap ia lakukan, mengingat era 4.0 ini merupakan salah satu cara yang afektip untuk berjualan.

Dengan adanya anak muda seperti ini, diharapkan pengerajin anyaman bambu bisa tetap exist dan desa Loyok tetap menjadi sentra kerajinan bambu,

Profil Desa Loyok

Desa loyok merupakan salah satu desa yang berada di Lombok Timur, tepatnya berada di Kecamatan Sikur. Selain bertani mayoritas warga di Desa Loyok adalah sebagai pengrajin anyaman bambu.

Maka tak heran jika Desa Loyok disebut sebagai Sentral Kerajinan Anyaman Bambu, dikarenakan banyaknya masyarakat di tempat ini berprofesi sebagai pengrajin anyaman bambu dan menjadikannya sebagai mata pencaharian utama.

Kebanyakan masyarakat menjadi pengrajin anyaman bambu karena meneruskan usaha orang tua atau didapatkan secara turun-temurun. Bahkan sejak kecil masyarakat di Desa Loyok sudah pandai membuat berbagai jenis kerajinan berbahan dasar bambu.Selain itu, desa loyok juga memiliki salah satu destinasi wisata yang bernama Praja Coffe dengan pemandangan persawahan yang hijau.

Kisah diyat merupakan inspirasi anak muda Desa Loyok yang ingin tetap mempertahankan jati diri desanya sebagai desa Anyaman bambu.

bagi anda yang ingin memesan tas anyaman bambu hubungi No Hp : +62 859-3021-4000

(Arul/ PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU