Termakan Rayuan Manis, Warga Moyot Jadi Korban Pencaloan CPNS Ratusan Juta

Termakan Rayuan Manis, Warga Moyot Jadi Korban Pencaloan CPNS Ratusan Juta

Poroslombok.com | LOTIM – ketegangan terjadi Di Desa Moyot kecamatan Sakra, lantaran ada oknum berinisial ( S ) yang diduga melakukan penipuan terhadap MS warga Moyot kecamatan Sakra.

Menurut keterangan (MS), awalnya dirinya berniat memasukkan anaknya menjadi CPNS di Kemenkumham tahun 2019, kemudian (S) yang juga merupakan warga moyot memfasilitasi (MS) bertemu dengan kenalannya yang merupakan pegawai di salah satu institusi Pemerintah.

Didasari rasa percaya kepada S, MS langsung menyetor uang sebesar 100 juta kepada kenalannya tersebut secara bertahap yakni 50 juta tahun 2020 dan 50 juta lagi tahun 2021,  dengan di iming-imingi anaknya menjadi PNS, namun hingga berita ini dimuat yang bersangkutan tidak lolos menjadi pegawai.

“Namanya juga orang tidak tahu, kita turuti saja saran yang diajak (S) untuk meloloskan anak saya menjadi PNS,”jelasnya sambil meratap.

Tak sampai disitu S juga meyakinkan MS dengan kenalannya tersebut dengan berdalih ketika Sukiman Azmy Menjadi Mantan Bupati terkena Masalah hukum, Kenalan S inilah yg Menyelamatkannya sehingga bebas dari jeratan hukum.

“saya juga diyakinkan bahwa kenalannya tersebut menyelamatkan HM Sukiman Azmy terbebas dari jeratan hukum,”bebernya.

Tak sampai disitu, MS juga Seringkali menanyakan hal tersebut kepada (S) namun berkelit dengan Tidak Mau Membantu Atau bertanggung Jawab, padahal sudah membuat pernyataan dengan ditandatangani materai untuk mengembalikan apabila yang bersangkutan tidak lulus menjadi PNS.

“Seringkali saya minta pertanggungjawaban namun sampai sekarang tidak mau diindahkan,”paparnya.

Padahal Sambung MS, uang tersebut di dapatkan dari hasil berhutang kepada keluarganya menjadi PMI di Luar Negeri, kini akibat memberikan kepercayaan kepada S, MS melelang semua yang dimiliki,”uang itu hasil minjam kepada keluarga, tetapi yang namanya hutang wajib dibayar,”pungkasnya.

Sementara Wakil Kepolisian Sektor Sakra ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, bahkan sempat turun ke lokasi untuk memastikan keamanan, dan menyarankan MS untuk mengambil langkah hukum guna menghindari keributan di masyarakat.

“Sebelumnya salah satu anggota ditelpon, kemudian kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memastikan Khamthibmas,”tutup Sarmin Wakapolsek Sakra. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU