Poroslombok.com | LOTIM – Sunnah Hasanah (Perbuatan baik) yang diwariskan pendiri Madrasah NWDI, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pada tiap kali perayaan Hari Ulang Tahun (HULTAH) Madrasah NWDI dilaksanakan, adalah bergotong royong/membuat tetaring (terop-red) di medan HULTAH.
Tetaring adalah terop yang bahannya dari daun kelapa dan tiang/penyangga terbuat dari bahan bambu. Seperi dimaklumi bahwa Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid kala kembali dari tanah suci Makkah pasca menyelesaikan studinya di Madrasah Sholatiyah pada tahun 1934 mendirikan Pesantren Al- Mujahidin Bermi Pancor.
Selanjutnya, tahun 1937 Al-Magfurullah mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan pada tahun 1943 mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI). Madrasah NWDI dan Madrasah NBDI adalah madrasah pertama di pulau Lombok. Madrasah NWDI dikhususkan untuk laki-laki dan Madrasah NBDI khusus untuk perempuan.
Pada tahun 1953, madrasah NWDI dan Madrasah NBDI telah berkembang menjadi 66 buah yang tersebar di berbagai tempat di Pulau Lombok yang didirikan oleh abituren (alumni) Madrasah NWDI dan NBDI. Untuk mengkoordinir dan mempertanggungjawabkan madrasah-madrasah cabang NWDI dan NBDI serta amal usaha lain yang dilaksanakan oleh para abituren NWDI dan NBDI.
Hal itu atas saran dorongan/motivasi dan perintah dari para mahaguru saat belajar di Madrasah Sholatiyah, terutama dari Maulana Syaikh Hasan Almassyath, maka Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) pada tanggal 1 Maret 1953. Kini, organisasi Nahdlatul Wathan dipimpin oleh Maulana Syaikh TGKH. Lalu Gde Muhammad Zainuddin Attsani.
Menurut penjelasan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Wathan (Ketum Pimpus ISNW), Dr.H.M.Mugni, Sn,.M.Pd.,M.Kom, peringatan HULTAH Madrasah NWDI adalah warisan sunnah hasanah yang akan terus dilestarikan oleh Pengurus dan Abituren Nahdlatul Wathan.
“Yang pasti, sebagai seorang abituren NW yang taat kepada guru, Insya Allah kami akan terus merawat semua warisan baik yang ditinggalkan Al-Magfurullah sampai akhir zaman,” ucap H. Mugni berikrar di sela-sela kegiatan.
Dipaparkannya, ada tiga tujuan utama dalam setiap kali HULTAH Madrasah NWDI dilaksanakan, yakni (1) Momentum silaturrahmi warga dan abituren Nahdlatul Wathan; (2) Momentum mengevaluasi program-program organisasi; (3) Momentum mengembangkan kreativitas para santri Nahdlatul Wathan, dan lain-lain.
Acara puncak peringatan HULTAH ke-87 Madrasah NWDI akan dilaksanakan pada hari Ahad, 21 Agustus 2022 di Pusat Pendidikan Nahdlatul Wathan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani Lombok Timur. Seperti biasa, HULTAH ke-87 Madrasah NWDI akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, bakti sosial, aneka perlombaan, pawai sepeda motor, pawai alegoris, dan lain-lain.
Salah satu kegiatan yang pasti dilaksanakan pra puncak perayaan HULTAH, lanjut H.Mugni, yakni pembuatan tetaring pada seluruh arena medan HULTAH di Lapangan Santri Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani.
Sementara itu, Koordinator Pembuatan Tetaring Panitia HULTAH ke – 87 Madrasah NWDI yang juga sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah NW Lombok Timur, TGH. Muhammad Muzayyin Shabri, M.Pdi, menyampaikan bahwa pembuatan tetaring ini seluas 1,5 hektar, yang dibuat hari ini.
“Pembuatan tetaring dimulai dari pukul 08.00. Alhamdulillah jam 12 sudah selesai semua. Bahkan Cabang NW Wanasaba sudah selesai pada pukul 10.12 menit,” tutur TGH. Muhammad Muzayyin.
Adapun tenaga utama pembuatan tetaring, jelasnya, tentu warga NW yang ada di Lombok Timur. Karena lokasi HULTAH di Lombok Timur, dibantu oleh PD NW Lombok Tengah. Sedangkan bila lokasi HULTAH di Lombok Tengah, tentu tenaga utamanya warga NW Lombok Tengah dibantu oleh PD NW yang ada di Lombok. Begitu juga bila lokasinya di PD NW yang lain.
Adapun teknis pelaksanaan pembuatan tetaring tetap seperti pada HULTAH sebelumnya. Yakni dengan cara membagi lokasi per cabang. 1,5 hektar lokasi HULTAH dibagi habis ke-21 Cabang NW yang ada di Lotim. Sisanya, sekitar 12 are untuk PD NW Lombok Tengah. Dirincikannya, pada tahun ini tiang tetaring sekitar 70 persen dengan menggunakan tiang besi.
“Mudah-mudahan pada HULTAH tahun depan sudah 100 persen tetaring HULTAH bertiang besi. Tapi untuk atap PD NW akan terus mempertahankan dengan daun kelapa (kelabang),” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, TGH. Muhammad Muzayyin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jamaah Nahdlatul Wathan yang terus dengan semangat membara melanjutkan tradisi Sunnah Hasanah yang telah diwariskan sang Mahaguru Al-Magfurullah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang kini dilanjutkan oleh Maulana Syaikh HAMZANWADI II.
“Wasiat Pendiri Madrasah NWDI, NBDI, dan Organisasi Nahdlatul Wathan, terus kita laksanakan dengan semangat dan hati yang ikhlas, kompak utuh bersatu dalam komando PBNW,” pungkasnya menyerukan.
(anas-pl)

















