Jadi Inspektur Upacara Bendera Lingkup DLH Lotim, Ini yang Disampaikan dr. Hasbi Santoso

Tim paduan suara Dinas LH pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77

Poroslombok.com | LOTIM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur menggelar upacara Bendera Merah Putih dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77 RI di Halaman Kantor setempat pada Rabu (17/8/22) pagi.

Pada upacara Bendera yang dimulai pukul 07.00 wita tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dr. Hasbi Santoso, bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara tersebut diikuti oleh pejabat beserta seluruh staf maupun pegawai lingkup DLH. Tampak suasana Pengibaran Bendera berlangsung dengan khidmad, tertib dan lancar.

Usai pelaksanaan upacara bendera, Kadis LH, dr. Hasbi Santoso, kepada poroslombok.com menyampaikan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, secara umum untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

“Kemudian juga untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, serta memupuk semangat nasionalisme seluruh rakyat Indonesia. Itu yang pertama,” kata Hasbi.

Yang kedua, tambahnya, khususnya dalam pelaksanaan upacara bendera yang dilaksanakan pada Dinas LH memiliki makna khusus, sesuai dengan salah satu butir amanah Gubernur NTB yang dibacakan pada sambutan tadi.

Salah satu butir dimaksud adalah berkenaan dengan program Zero Waste yang salah satu pointnya adalah membebaskan wilayah NTB dari masalah sampah (nol sampah).

Hal itu, terang dia, memiliki korelasi serta sinergi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pada Dinas Lingkungan Hidup yang dipimpinnya saat ini.

“Jadi, ini juga memiliki momentum yang bersinergi, sehingga ini akan lebih mengingatkan kami khususnya agar terus meningkatkan kinerja, dan InsyaAllah bisa lebih optimal,” yakinnya.

Secara rinci Hasbi Santoso mengkorelasikan program zero waste dengan keberadaan Tim Andalan milik DLH Lotim yang telah dikukuhkan oleh Bupati Sukiman Azmy beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, keberadaan Tim Andalan Kebersihan Kota Selong, yang terdiri dari 50 orang personil itu sudah menunjukkan kinerja sesuai dengan yang dihajatkan bupati.

Keinginan yang dimaksud yakni, menciptakan lingkungan kota selong yang bersih, indah, nyaman, hijau dan asri. Karnanya, tim andalan melakukan tugas pembersihan dua kali dalam sehari.

Selain itu, penekanan yang diberikan bupati terhadap Tim Andalan tersebut adalah, pada pukul 07.00 wita, tidak boleh lagi ada petugas yang masih melakukan pembersihan. Artinya, pada jam tersebut kota selong harus bersih dan nyaman untuk dinikmati oleh penduduk kota selong.

Seiring dengan meningkatnya kemampuan pemerintah daerah, khususnya pada Dinas Lingkungan Hidup dari sisi fasilitas dan sumber daya manusia (SDM), maka pihak DLH mulai memikirkan upaya untuk menjangkau ke desa-desa.

Meski begitu, terang Hasbi lebih lanjut, secara indikator kemampuan DLH untuk melayani 254 Desa di seluruh Lotim, sesuai dengan penilaian dari pusat berdasarkan indikator tertentu bahwa kemampuan DLH Lotim baru mencapai 38 persen.

“Artinya, secara objektif kita memang belum memiliki kemampuan yang optimal untuk menangani persoalan sampah di desa,” akunya.

Namun demikian, urai Hasbi, bukan brarti pihaknya tidak memiliki program untuk mengatasi sampah di tingkat desa. Karna, lanjut dia, sesuai dengan salah satu butir pidato gubernur yang dibacakannya, bahwa di desa terdapat program pengadaan bank sampah.

Meski diakuinya, dari 254 desa yang ada di Lotim, hanya baru 100 desa saja yang sudah memiliki armada pengangkut sampah, termasuk beberapa desa sudah memiliki bank sampah serta sebagiannya memiliki tempat pengelolaan sampah.

“Nah ini tentunya masih jauh dari harapan. Tapi kita akan terus melakukan pendampingan, sehingga kita berharap desa-desa kita bisa lebih optimal dalam mengelola sampah,” pungkasnya.

(anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU