Lombok Timur, PorosLombok.com –
Adanya insiden digigitnya seorang anak oleh lima ekor anjing di desa Terara pada hari Selasa lalu (14/11), menyita banyak perhatian dari berbagai pihak yang meminta Dinas terkait untuk segera melakukan tindakan agar tidak terjadi kasus serupa di kemudian hari.
Kepala UPT Puskeswan dan Peternakan kecamatan Terara, Hj. Baiq Nurhidayati, S.I.P. menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu perintah dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur terhadap tindakan apa yang akan dilakukan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
“Biasanya kalau ada kejadian meresahkan atau seperti ini, maka dari Dinas Peternakan bersama UPT Puskeswan akan turun melakukan eliminasi atau pemusnahan terhadap Anjing yang meresahkan ini” tuturnya saat ditemui pada Kamis (16/1).
Nurhidayati menjelaskan, kalau dulu biasanya pihak UPT Puskeswan bersama Dinas Peternakan melakukan eliminasi/pemusnahan anjing liar sekali dalam setahun.
Akan tetapi, sudah beberapa tahun terakhir tidak dilaksanakan lagi karena adanya larangan dari komunitas pecinta hewan.
Ia menyampaikan bahwa hari ini dokter hewan UPT Puskeswan Terara melakukan koordinasi ke Dinas Peternakan Lombok Timur sekaligus menuju ke RSUD Soedjono guna komunikasi dan menanyakan hasil pemeriksaan apakah anak tersebut digigit oleh anjing rabies atau tidak.
“Kita menunggu perintah dari Dinas dulu, dan kebetulan juga ada surat permohonan dari Pemdes Terara agar dilakukan eliminasi terhadap anjing liar tersebut” tuturnya.
Untuk diketahui, Peristiwa digigitnya seorang anak oleh lima ekor anjing ini terjadi pada Hari Selasa tanggal 14 November 2023 sekitar jam 16.30 wita.
Adapun balita tersebut atas nama Baiq Hasna Zilatika, Umur 4 tahun, alamat Welas Dusun Terara Selatan Desa Terara kecamatan Terara
Menurut keterangan saksi yakni Diana, yang merupakan ibu dari korban bahwa kronologis kejadiannya berawal saat dirinya bersama korban pergi ke sawah miliknya untuk membersihkan pohon jagung dengan cara di bakar.
Sesampainya di sawah, Diana langsung mengumpulkan batang jagung, sementara anaknya bermain sendiri di pematang sawah.
Sekitar setengah jam bekerja tiba – tiba lanjut Diana, ia mendengar korban menangis, kemudian ia langsung menuju ke tempat korban bermain dan melihat korban sedang digigit oleh 5 ekor anjing liar.
Atas kejadian itu, korban di bawa ke Puskesmas Terara kemudian dirujuk ke RSUD Raden Soedjono guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
( PL, Erwin )















