(Lombok Timur, PorosLombok.com) – Di tengah kondisi siaga darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur mulai memenuhi permintaan air bersih dari warga setempat. Kepala BPBD, Lalu Mulyadi, mengungkapkan bahwa distribusi air bersih telah dimulai sejak sebulan yang lalu sebagai respons atas krisis air yang melanda beberapa wilayah.
Distribusi air bersih menjangkau desa-desa di bagian utara, seperti Puncak Jeringo dan Desa Suele. Kecamatan Sakra Timur juga menerima pasokan air, termasuk Desa Menceh dan Selayar. Meski status siaga darurat masih berlaku, BPBD tetap menyalurkan bantuan air hingga ke wilayah selatan. “Meskipun dalam status siaga, kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas kami,” ujar Mulyadi pada Rabu (8/10).
Distribusi dilakukan dengan tetap mempertimbangkan status darurat kekeringan. BPBD berkomitmen untuk memastikan semua desa terdampak mendapatkan akses air yang memadai.
Pada tahun 2023, Lombok Timur mengalami krisis air yang berkepanjangan akibat fenomena La Nina. Tahun ini, dengan El Nino yang lebih panjang, diprediksi krisis akan berlangsung lebih singkat. “Kami berharap krisis ini hanya terjadi dari Oktober hingga pertengahan November,” tambahnya.
Durasi krisis yang lebih singkat ini disyukuri oleh Mulyadi karena dapat mengurangi beban masyarakat. Sebelumnya, warga harus menghadapi krisis berkepanjangan. BPBD tetap waspada dan siap untuk mendistribusikan air bersih sesuai kebutuhan.
Kecamatan Jerowaru di bagian selatan masih menjadi daerah paling terdampak. Kecamatan Sakra Timur, seperti Desa Surabaya Lepak, juga mengalami kondisi serupa. Namun hingga saat ini, tidak ada keluhan serius terkait penanganan dari pemerintah.
Respons cepat BPBD dianggap efektif dalam mengatasi kebutuhan mendesak. “Kami terus memantau kondisi dan memastikan ketersediaan sumber air,” tambah Mulyadi. Tim BPBD aktif mengirimkan bantuan ke desa-desa terdampak.
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pantai Selatan turut membantu mengatasi kekeringan, meski belum optimal. Dampak positif SPAM sudah mulai dirasakan dalam penyediaan air bersih. BPBD berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas SPAM dalam menghadapi tantangan ini.
Prediksi cuaca dari BMKG menjadi acuan strategi penanganan BPBD. Dengan data yang akurat, distribusi air dapat direncanakan lebih tepat. Hal ini penting agar setiap wilayah mendapatkan suplai sesuai dengan kebutuhannya.
BPBD Lombok Timur terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar distribusi air berjalan lancar. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di masa krisis. “Kami berupaya agar semua desa mendapatkan air bersih,” tegas Mulyadi.
(Arul/PorosLombok)















