Lombok Timur, PorosLombok.com – Universitas Hamzanwadi menggelar workshop bertajuk “Penguatan Kapasitas Guru Penggerak dalam Pembelajaran Berpusat pada Siswa melalui Kegiatan Lesson Study for Learning Community (LSLC)” pada Sabtu (19/10).
Kegiatan ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.
Workshop ini merupakan bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (batch 2) tahun anggaran 2024. Kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi sebagai langkah peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dr. Shahibul Ahyan, M.Pd., selaku ketua tim pengabdian, menegaskan bahwa kerja sama ini harus terus ditingkatkan. Komunitas guru dapat memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan terbaru sementara perguruan tinggi mendapatkan umpan balik berharga dari guru untuk berinovasi, termasuk dalam melakukan penelitian.
Acara ini juga menjadi langkah awal bagi program-program lanjutan yang bertujuan memperkuat hubungan antara akademisi dan praktisi, khususnya dengan Komunitas Guru Penggerak (KGP) Lombok Timur.
“interaksi positif ini dapat berkontribusi dalam memajukan pendidikan, terutama di wilayah Lombok Timur,”ujarnya.
Ketua KGP Lombok Timur, B. Hikmah Widiawati, M.Pd., menyampaikan bahwa workshop ini memberikan manfaat besar bagi anggotanya. mendapatkan pengetahuan dan pengalaman berharga.
“Kami mendapatkan mulai dari sejarah Lesson Study di Jepang dan Indonesia, hingga filosofi dan prinsip LS,” katanya.
Hikmah berharap, peserta yang hadir dapat menjadi pionir di daerah masing-masing. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat diimbaskan kepada rekan-rekan guru lainnya,
“sehingga dampak positif kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh wilayah,” tambahnya.
Workshop dihadiri oleh 30 guru penggerak dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok Timur, yang berlangsung di SMP Negeri 1 Sukamulia.
Para peserta diajak untuk mengeksplorasi konsep pembelajaran berpusat pada siswa melalui kegiatan LSLC, yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengalaman para guru dalam mengelola pembelajaran di kelas. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat saling belajar dan terfasilitasi dengan maksimal.
Agenda selanjutnya dalam program ini mencakup perencanaan, open class, dan forum refleksi di beberapa SD dan SMP di Lombok Timur. Kegiatan ini diharapkan memberikan pengalaman praktis serta membangun sinergi di antara para guru.
Sebelum pelaksanaan workshop, pada 10 Oktober 2024, telah diadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan yang dihadapi para guru di lapangan. FGD ini menjadi dasar yang kuat bagi materi yang disampaikan dalam workshop.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan pendidikan di Lombok Timur dapat terus berkembang, menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.**














