Gubernur NTB Pacu Investasi Targetkan Ekonomi 6 Persen

Gubernur NTB HL Muhamad Iqbal targetkan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen melalui pola corporative government dan kemudahan investasi bagi para pelaku bisnis di wilayah NTB.

PorosLombok.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen menciptakan iklim daerah yang ramah terhadap komunitas ekonomi serta mendukung penuh percepatan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan pada Senin (16/3/2026).

​Gubernur HL Muhamad Iqbal menegaskan pihaknya ingin mengelola birokrasi dengan gaya corporative government agar selaras dengan kebutuhan kalangan dunia usaha saat ini.

​Langkah strategis tersebut diambil demi memfungsikan peran pemerintah daerah sebagai katalisator utama yang mampu mendorong produktivitas serta daya saing para pelaku investasi di wilayah tersebut.

​Iqbal menyebutkan bahwa pada awal tahun 2025, pemerintah mengakui masih banyak rencana pembangunan daerah yang belum sejalan dengan kebutuhan rill rencana bisnis di lapangan.

​Instansi terkait diperintahkan untuk segera mengevaluasi kebijakan yang menghambat masuknya modal asing maupun domestik guna memperkuat struktur ekonomi masyarakat di akar rumput secara masif.

​”Jika kebutuhannya revisi rencana pembangunan maka kita akan proaktif memberikan dukungan pada investasi,” tegasnya.

​Pihak eksekutif kini membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi para pengusaha untuk memberikan masukan kritis mengenai arah kebijakan pembangunan ekonomi agar target kemajuan wilayah tercapai maksimal.

​Target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sempat dipatok pada angka 6 persen setelah sebelumnya mengacu pada proyeksi benchmark visi misi Makmur Mendunia sebesar 5,3 persen.

​Namun, tantangan berat muncul ketika masa transisi pemerintahan mengalami hambatan teknis akibat angka pertumbuhan riil yang memulai start dari posisi minus 1,47 persen di awal periode.

​Meskipun menghadapi kondisi sulit, Iqbal mengklaim capaian akhir tahun tetap menunjukkan tren positif dengan menyentuh angka 3,22 persen sebagai bukti ketangguhan sistem ekonomi lokal.

​Optimisme baru kini diusung dengan memantau momentum kenaikan signifikan sebesar 4,69 persen dalam setahun terakhir untuk menjaga stabilitas pasar di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan nasional.

​”Mudah mudahan momentum kenaikan ini bisa sama sama kita jaga di tahun ini dengan target diatas 6 persen,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU