PorosLombok.com – Bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat memanas setelah tujuh Ketua DPC resmi menyatakan dukungan tertulis kepada Amrul Jihadi. Pernyataan sikap ini muncul dalam pertemuan silaturahmi politik pada Senin (30/3/2026).
Langkah konsolidasi tersebut bertujuan menentukan nakhoda baru partai berlambang bintang mercy untuk masa bakti lima tahun ke depan. Momentum lebaran Idulfitri 1447 Hijriah menjadi sarana mempererat komunikasi antar-pemilik suara sah.
”Kami tujuh Ketua DPC telah menandatangani surat dukungan bermaterai dan berstempel untuk mewujudkan keseriusan mendukung Amrul Jihadi,” kata Ketua DPC Demokrat Lombok Tengah Adi Bagus Karya Putra.
Adi Bagus menjelaskan bahwa komunikasi intensif antar-pengurus daerah sebenarnya sudah terbangun sejak lama melalui berbagai diskusi internal. Mereka memiliki kesamaan visi dalam memperkuat struktur organisasi di seluruh wilayah kabupaten maupun kota.
”Komunikasi kami sesungguhnya berangkat dari pandangan bagaimana memperbesar kejayaan partai di masa mendatang,” ujarnya.
Misfalah dari Kabupaten Bima bersama Budi Kurniawan asal Sumbawa turut hadir mempertegas barisan pendukung dalam pertemuan tersebut. Selain itu, Ketua DPC KSB Ahmad dan Zarkasi Haq dari Lombok Utara juga ikut merapatkan barisan.
Mekanisme Ketat Pemilihan Ketua Demokrat NTB Sesuai Aturan Partai
Sesuai regulasi internal, setiap kandidat wajib mengantongi minimal 20 persen dukungan dari pemilik suara sah di luar unsur DPP. Aturan ini tertuang jelas dalam AD/ART serta Peraturan Organisasi guna menjamin proses transisi kepemimpinan yang demokratis.
”Penentuan nakhoda terpilih nantinya diputuskan oleh pemilik suara mulai dari pusat hingga gabungan organisasi sayap,” jelasnya.
Pemilihan nakhoda baru ini menarik perhatian banyak tokoh hebat baik dari kalangan internal maupun eksternal yang mulai muncul ke permukaan. Fenomena tersebut menandakan adanya daya tarik kuat bagi para figur publik untuk bergabung dan berjuang bersama.
”Banyaknya nama kandidat yang bermunculan akhir-akhir ini merupakan wujud semangat perjuangan para kader,” katanya.
Kehadiran sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menko Infrastruktur menjadi magnet utama yang memperkuat kepercayaan diri para pengurus daerah. Prestasi pimpinan pusat tersebut dianggap memberikan dampak positif bagi elektabilitas partai di level lokal.
”Magnet kepemimpinan pusat sangat berpotensi membawa pengaruh besar bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.















