LOMBOK TIMUR – PorosLombok.com | Masa jabatan Zulkieflimansyah sebagai Gubernur NTB dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah sebagai Wakil Gubernur NTB (Zul-Rohmi) resmi berakhir.
Akan tetapi ditengah banyaknya program yang telah dijalankannya semasa menjabat sebagai kepala daerah, masa kepemimpinan Zul-Rohmi rupanya masih meninggalkan pekerjaan rumah atau PR yang belum terselesaikan.
Di Lombok Timur, jalan provinsi masih banyak yang rusak bahkan dari awal kepemimpinan Zul-Rohmi beberapa titik belum tersentuh perbaikan sama sekali.
Padahal jalan itu merupakan jalan yang kerap kali dilewati kendaraan berat yang membawa material, hingga sudah sepatutnya mendapatkan perhatian.
Hal itu dibenarkan pula oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur, H. Daeng Paelori menjawab PorosLombok.com, Rabu (20/9/2023).
“Justru yang jalan provinsi yang banyak rusak di Kabupaten Lombok Timur ini. Seperti ruas jalan Tanjung-Pohgading sampai saat ini belum di perbaiki,” ucapnya.
Daeng berharap, di kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur Lalu Gita Ariadi yang ditunjuk saat ini PR terkait jalan provinsi di Lombok Timur bisa tertangani.
Sebab kata dia, perbaikan jalan provinsi di Lombok Timur sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi hingga tahun 2024 mendatang.
“Kita harapkan supaya itu (perbaikan jalan privinsi) dilanjutkan, jangan membuat program baru dengan mengatasnamakan momentum dan kesempatan,” tekannya.
Penekanan itu lanjut Daeng, juga berlaku bagi Pj Bupati Lombok Timur yang nantinya akan resmi diumumkan pada tanggal 26 September 2023 mendatang.
“Jadi jangan membuat program yang monumental bagi dirinya dan harus melanjutkan, karena visi misi itu masuk di tahun 2024 terakhir sebelum Pilkada bergulir,” tutupnya.
Ditempat terpisah, Ketua Forum Rakyat Bersatu (FRB) Eko Rahady mengakui bahwa moto NTB Gemilang yang dibawa Zul-Rohmi telah gagal di Lombok Timur.
“Kalau moto NTB Gemilangnya memang belum pemerataan, soal jalan provinsi itu bukan rusak lagi tapi parah, dan ini yang harusnya Pj yang baru perhatikan,” tegas Eko Rahady.
Saat ini diakuinya bahwa moto NTB Gemilang yang diusung tidak memiliki dampak yang signifikan di Lombok Timur, dia bahkan mengklaim pembangunan yang dilakukan pada masa kepemimpinan Zul-Rohmi hanya berpusat di satu daerah saja.
Apalagi mengingat Lombok Timur menjadi daerah sentra tambang pasir besi, yang jalanannya banyak dilalui oleh kendaraan pengangkut.
“Kenyataannya sekarang, hasil bumi kita di sini diambil tapi jalan kita parah, paling tidak ditambal lah kalau tidak bisa diperbaiki kan begitu, tapi ini ditambal saja tidak apalagi diperbaiki,” cetusnya.
Bahkan dia menduga dana perbaikan jalan provinsi di Lombok Timur yang masuk di RPJMD sudah dianggarkan jauh hari, dan proses perbaikan juga harusnya sudah rampung.
Akan tetapi dengan kondisi saat ini, dia mempertanyakan kemana anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.
Ia menuntut pihak yang terlibat harus bertanggung jawab,”kemana dana itu dialihkan harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Untuk itu kedepannya kata dia, jangan hanya janji-janji saja yang diutarakan, dia berharap dengan kepemimpinan Gunernur yang baru saat ini Lalu Gita Ariadi moto yang dibawanya NTB ‘Maju Melaju’ bisa menuntaskan janji-janji yang tak terpenuhi pada kepemimpinan Zul-Rohmi.
(Yami Ulandari/PL)















