Banyak Telur Masuk Dari Jawa dan Bali, Peternak Ayam Telor di Lotim “Pocol”

Lombok Timur, PorosLombok.com –

Masivnya telur dari Pulau Jawa dan Bali masuk ke pulau Lombok membuat para Peternak Ayam Petelur Lombok Timur “Pocol” (merugi-red), pasalnya karena hal tersebut mengakibatkan harga telur mengalami penurunan, dari semula seharga Rp 50 ribu menjadi Rp 38 ribu. Padahal biaya produksi tinggi, seperti harga pakan terus melonjak, berikut biaya vaksin dan perawatan.

“Kami alami kerugian, karena harga telur anjlok, sementara biaya produksi kami saat ini tinggi,” ungkap Ketua Asosiasi Peternak Ayam Petelur Lombok Timur, Sapoan Hakim, Kamis (02/11).

Dia mengungkapkan, keadaan ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu, pihaknya pun sempat menyampaikan ke Dinas terkait, yakni Dinas peternakan dan Pertanian dan Perkebunan, serta Dinas Perdagangan Provinsi NTB serta Balai Karantina Pelabuhan tepatnya pada 26 September lalu.

“Kita sampaikan secara langsung waktu itu, saat itu pihak dari dinas terkait dan Balai Karantina menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi ke Pemprov Bali untuk meminta suplai telur masuk ke NTB. Artinya telur yang masuk dari luar daerah itu ilegal dan harus dihentikan,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah telur asal luar daerah yang masuk ke Lombok Timur tidak diketahui secara pasti,  Tapi dampaknya sangat mematikan usaha, karena produksi telur mengendap di kandang karena tidak terserap pasar, sehingga telur banyak yang busuk.

Anggota asosiasi ayam petelur yang dipimpinnya saja lanjutnya, berjumlah 130 peternak. Itu belum termasuk lagi para peternak di luar asosiasi yang jumlahnya lebih banyak. Berdasarkan hasil kalkulasi dan perkiraan akumulasi nilai kerugian anggota asosiasinya saja, dengan jumlah populasi 700 ribu ekor dengan kapitasi produksi 560 ribu butir/hari, setiap pekan anggotanya alami kerugian Rp300 juta/hari.

“Sementara keadaan ini sudah terjadi dua bulan, sehingga total kerugian dalam jangka waktu itu mencapai Rp18 M. Angka itu tentu sangat besar bagi kami dan kami harap keadaan ini segera berakhir,” ungkapnya.

Dari itu, ia meminta sikap tegas dari pemerintah selaku regulator untuk segera mencari jalan keluar atas permasalahan ini. jika tidak dilakukan, maka pihaknya memastikan dalam waktu dekat, akan memobilisasi semua peternak di Lombok Timur untuk melakukan sweeping telur dari luar daerah yang masuk ke Lombok Timur.

“Kalau keadaan ini terus berlanjut dan kami terus merugi karena pemerintah tidak tegas menyikapi ini, maka kami memastikan akan melakukan aksi sweeping untuk memberhentikan paksa telur asal luar daerah yang masuk ke Lombok Timur,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Masyhur yang dikonfirmasikan perihal itu  aplikasi percakapan menyatakan pihaknya belum mengetahui pasti masalah itu, dan akan menanyakan hal itu ke bidang terkait.

“Kalau telur masuk coba besok tiang (saya, red) tanyakan ke Bidang PUP,” pungkasnya.

(Red)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU