BBPOM Mataram Temukan Mie Berbahaya di Pasar Kediri dan Pancor

BBPOM Mataram temukan enam sampel pangan mengandung boraks di Pasar Kediri dan Pancor, sementara takjil dinyatakan aman

PorosLombok.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menggencarkan intensifikasi pengawasan pangan guna menjamin keamanan konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadhan di wilayah Lombok, Jumat (6/3/2026).

​Petugas menyisir pasar tradisional serta pusat takjil untuk memastikan produk yang beredar bebas dari zat kimia berbahaya seperti formalin, boraks, hingga pewarna tekstil yang kerap disalahgunakan.

​Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso Mataram menegaskan bahwa penguatan sistem pengawasan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir menjadi prioritas utama demi melindungi kesehatan publik.

​“Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” katanya.

​Operasi lapangan ini melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, hingga relawan SAKA POM guna memperluas jangkauan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan mutu pada komoditas pangan olahan.

​Tim pengawas melakukan uji cepat menggunakan test kit terhadap puluhan sampel makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya di lokasi keramaian seperti Pasar Kediri Lombok Barat dan kawasan Pancor Lombok Timur.

​“Dari total 97 sampel pangan yang diambil dan diuji langsung di lapangan, ditemukan 6 sampel positif mengandung boraks,” ujarnya.

​Temuan zat berbahaya tersebut teridentifikasi pada produk kerupuk terigu dan mie basah yang dijajakan pedagang, sehingga petugas segera melakukan penyitaan untuk mencegah peredaran.

​Berbeda dengan kondisi di pasar tradisional, seluruh jajanan berbuka puasa yang diuji di sentra takjil Giri Menang Square dan Selong dinyatakan memenuhi syarat keamanan pangan oleh tim laboratorium.

​Instansi terkait langsung memberikan pembinaan tegas kepada para pedagang yang kedapatan menjual produk tidak layak serta menelusuri sumber utama pasokan barang mengandung boraks tersebut.

​Masyarakat diimbau agar lebih jeli dan waspada dalam memilih menu berbuka dengan memperhatikan tekstur serta warna makanan yang mencurigakan guna menghindari dampak buruk bagi kesehatan.

​“Melalui pengawasan yang terintegrasi ini, kita pastikan pangan yang beredar selama Ramadhan di Pulau Lombok dan sekitarnya aman serta layak dikonsumsi,” pungkasnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU