Di Era Digital, Doa Kerap Terlupakan? PJ.Bupati Lotim Ingatkan Pesan Isra’ Mi’raj

Lombok Timur, PorosLombok.com – Di tengah gempuran digitalisasi, masihkah doa menjadi pegangan utama umat? Pj Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menegaskan bahwa doa bukan sekadar ritual, melainkan kekuatan nyata dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Hal itu disampaikannya saat peringatan Isra’ Mi’raj 1446 H tingkat kabupaten di Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong, Senin (27/1). Acara ini dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah setempat.

“Setiap orang pasti menghadapi masalah, tapi kita harus yakin bahwa Allah sudah siapkan jalan keluarnya. ‘Inna ma’al usri yusra’ – bersama kesulitan ada kemudahan,” ujar Juaini Taofik.

Menurutnya, di era digital yang serba cepat ini, banyak orang yang lebih mengandalkan teknologi daripada mengangkat tangan dan berdoa. Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali menjadikan doa sebagai kekuatan utama dalam menghadapi ujian hidup.

Acara ini juga menghadirkan TGH Muhammad Qusyairi, yang menyampaikan tausiyah tentang makna Isra’ Mi’raj sebagai pengingat pentingnya keteguhan hati dan kekuatan iman.

Peringatan Isra’ Mi’raj di Lombok Timur ini diharapkan menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali menyadari bahwa doa bukan sekadar kata-kata, tetapi senjata paling ampuh dalam menghadapi kehidupan.

Redaksi | PorosLombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU