DIKBUD Aikmel Inisiasi Program “GEMA HAJI

Poroslombok.com | LOTIM –

Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Aikmel yang dikoordinir oleh Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Aikmel, Lukmanul Hakim, S.Pd.,SD menginisisasi Gerakan Membiasakan Sholat Duha dan Mengaji (Gema Haji).

Program ini akan dilaksanakan pada seluruh sekolah negeri yang ada di kecamatan yang berada di bawah tanggung jawab UPTD Dikbud Kecamatan Aikmel.

Program ini mengharuskan semua siswa untuk melaksanakan sholat duha dan membaca Al-Quran sebelum mulai belajar yang akan dimulai pada pukul 7.00 – 7.30 wita.

Tiga puluh menit sebelum mulai belajar jam pertama, seluruh siswa harus sholat duha dan membaca Al-Quran. Sehingga, program ini tidak mengganggu jam efektif belajar sekolah yang dimulai pada pukul 07.30 wita.

Sebagai pengetahuan, program ini sudah mulai dilaksanakan di bebera sekolah, dengan mengajak anak-anak sebelum masuk kelas sholat duha dan mengejaji bersama di halaman sekolah. Karnanya sekolah harus membeli terpal, tentu menjadi beban sekolah.

Selain itu, anak-anak juga agak lama baru bisa rapi dan tidak semua guru terlibat. Penampilan anak-anak berbeda waktu berangkat ke sekolah. ada yang memakai peci, membawa Al-Qur’an dan yang putri membawa mukena. Hal ini sontak menarik perhatian masyarakat, bahkan ada yang mengatakan “SD jdi pesantren”. Mantap bukan?

Namun dalam pelaksanaannya, terkadang tidak bisa tepat waktu dimulai. Tentu akan berdampak pula terhadap tertundanya jam pelajaran, karna para siswa harus pasang kaos kaki/sepatu baru masuk kelas. Dari sisi itu, tentu jadi tidak efektif dan terkesan sebagai inovasi yang kurang bermakna.

Untuk mengukur sejauh mana efektivitas dan kebermanfaatan program tersebut agar menjadi bermakna. Untuk membahas dan mengkaji kelayakan dari rencana inisiatif tersebut, UPTD Dikbud Aikmel menghadirkan Kepala BKPSDM Lotim, Dr.H.Mugni, M.Pd., untuk mendiskusikan rencana tersebut, bersama seluruh kepala SDN, SMPN yang ada di kecamatan Aikmel.

Diskusi tersebut berlangsung pada Kamis, 20 Juli 2022 di SDN 2 Kembangkarang Daya di Dusun Pungkasan. Kehadiran Kepala BKPSDM di tempat itu bukan semata-mata birokrat, tetapi juga sebagai praktisi pendidikan dan akademisi di lombok timur.

Seperti diketahui, sejak tahun 1993, Dr. Mugni adalah menjadi seorang pengajar pada perguruan tinggi swasta (PTS) di lotim, termasuk juga mendirikan perguruan tinggi.

Selama bergelut di dunia pendidikan, semua jabatan di perguruan tinggi telah diembannya, dari pembantu ketua, ketua, PLT Rektor, dan saat ini ia sedang menjabat sebagai Direktur Politeknik Lombok (PSL) yang berkampus di Pontren Cendekia NW Aiklomak Toya. Cukup layak dibilang birokrat yang akademis.

Pada acara diskusi tersebut, Dr. H.Mugni, menyatakan sangat setuju dengan inisiasi tersebut, akan tetapi dirinya berharap agar konsep dari program tersebut dibangun terlebih dahulu. Konsep dari GEMA HAJI ini, kata dia, haruslah untuk membangun karakter perserta didik.

Dirinya menilai, dengan program tersebut, akan banyak yang dapat terbangun dan terimplementasikan. Seperti religius, disiplin, bersih, sabar, dan lain-lain, serta bisa berefek pada pelestarian budaya dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Tak hanya itu, Inovasi dan kreativitas akan melahirkan manfaat tambahan atau baru dari apa yang sudah ada, yang ditimbulkan oleh inisiatif dan kreativitas para pengelolanya. Inisiatif dan kreativitas ini timbul sebagai dampak dari bertambahnya pengetahuan dan pengalaman.

Oleh karena itu, terang dia, seharusnya GEMA HAJI ini dilaksanakan di masing-masing kelas, bukan di lapangn atau musholla sekolah. Sebab bila di lapangan, maka akan membutuhkan fasilitas baru yakni tikar atau terpal sebagai alas.

“Sedangkan bila di musholla, mungkin tidak cukup, karna luas musholla terbatas. Disamping itu kegiatan mengaji anak-anak tidak terkontrol, karna jumlahnya terlalu banyak. Mungkin juga tidak semua guru terlibat,” urainya.

Oleh karena itu, H. Mugni memberi saran agar pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di kelas masing-masing. Wali kelaslah yang bertanggung jawab memonitor dan menyimak bacaan Al-Qur’an anak-anak nya. Demikian juga saat sholat duha, bangku meja tinggal digeser/dirapatkan saja.

Tidak itu saja, anak-anak juga bisa saling simak/tadarrus dalam mengaji. Untuk mewujudkan konsep ini, terangnya, tidak boleh ada yang menaikkan sepada/sepatu/sandel ke teras sekolah. Semua buka. Masuk teras sekolah harus bertelanjang kaki. Maka, seluruh arena sekolah akan menjadi musholla.

“Di Jepang tidak ada orang memasukkan sepatu ke ruang publik. Ruang publik di jepang bukan untuk sholat tetapi untuk menjaga kebersihan,” sebutnya mencontohkan.

Senada dengan itu, Kepala Unit DIKBUD Aikmel, Lukmanul Hakim, S.Pd.,SD, menyatakan bersepakat dengan konsep yang ditawarkan oleh Dr. Mugni. Dirinya menyarankan agar anak-anak harus dibiasakan berwudu dari rumah.

“Yang putri tidak perlu bawa perlengkapan sholat, cukup bawa kaos kaki yang agak panjang dan sarung tangan,” ujar Kanit Dikbud Aikmel yang belum genap satu bulan menjabat sebagai kanit yang sebelumnya Kepala SDN 2 Kalijaga itu.

ia menambahkan, anak-anak juga dilatih untuk menaruh sepatu/ketnya yang rapi di bawah teras ruang kelasnya atau dibuat rak sepatu dari bambu yang bisa dibeli di wanasaba atau sekarteja.

Bila ada yang batal wudu’ nya, maka dapat dibuatkan tempat berwudhu dari gentong/bong/gerabah dari penakak. Inilah yang dimaksud dengan GEMA HAJI meningkatkan pendapatan masyarakat pengerajin bambu dan gerabah. Lestari budaya dan ekonomi bergerak.

Saat anak-anak yang batal wudu, lalu kemudian berwudu di bong (tempayan-red) maka harus dilatih untuk antri. Disamping itu, anak-anak akan bangun lebih pagi karna jam sekolah dimulai lebih pagi. Bapak ibu guru juga harus datang lebih pagi, dengan tetep menjaga wudu dari rumah.

Dari diskusi itu, peserta meyakini bahwa banyak karakter yang akan terbangun dari gerakan ini. Mereka pun bersepakat GEMA HAJI dengan Motto: “Kelasku – Mushollaku”.
– MUSHOLLAKU :
– Sholat duha
– Mengaji
– Sholat Zuhur

Sebelum pulang anak-anak akan sholat zuhur berjamaah bersama bapak ibu guru wali kelas atau pengajar mata pelajaran terakhir. Adapun GEMA HAJI rencananya akan launching pada Kamis 28 Juli 2022, dan akan menghadirkan Bupati Lombok Timur dan instansi terkait.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU