Dishub NTB Kucurkan Rp7,4 Miliar Benahi Lampu Jalan, Fokus di Kawasan Mandalika

(PorosLombok.com)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengalokasikan anggaran Rp7,4 miliar untuk memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) di berbagai titik strategis. Salah satu lokasi prioritas ada di kawasan wisata Kuta Mandalika, Lombok Tengah.

Langkah ini diambil setelah sejumlah ruas di sekitar kawasan tersebut dilaporkan gelap gulita akibat banyaknya lampu jalan yang padam. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran akan potensi kecelakaan dan menurunkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.

Plt Kepala Dishub NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan program tersebut sudah masuk tahap finalisasi perencanaan dan siap dieksekusi pada akhir Agustus 2025. Pihaknya menegaskan, proyek ini bukan sekadar penambalan, melainkan upaya menyeluruh untuk memastikan seluruh PJU berfungsi optimal.

“Sekarang sedang kami kaji secara teknis. Lokasinya difokuskan di Kuta Mandalika karena tingkat aktivitas kendaraan di sana cukup tinggi,” kata Aulia di Mataram, Selasa (29/7/2025).

Ia menjelaskan, penerangan yang memadai sangat dibutuhkan, terutama menjelang event Pocari Run 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 14 September mendatang di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit.

Menurut Aulia, pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut akan melibatkan ribuan peserta dan penonton. Karena itu, keberadaan PJU yang baik menjadi bagian penting dalam mendukung keamanan dan kelancaran acara.

“Event olahraga seperti ini membutuhkan dukungan infrastruktur dasar. Penerangan jalan termasuk yang paling krusial,” ujarnya.

Selain mendukung Pocari Run, perbaikan juga diarahkan untuk mempercantik tampilan kawasan Mandalika yang menjadi etalase pariwisata NTB. Ia menyebut pencahayaan yang baik akan memberi kesan positif bagi pengunjung, terutama saat malam hari.

“Lampu jalan itu bukan hanya soal keselamatan, tapi juga soal estetika. Daerah wisata seharusnya terang dan tertata rapi,” tutur Aulia.

Lebih jauh, ia membeberkan bahwa padamnya sebagian besar lampu di jalur Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Mandalika disebabkan pencurian kabel tanam oleh pihak tak bertanggung jawab. Kejadian ini, kata dia, sudah berulang kali terjadi.

“Masalahnya bukan di perawatan. Banyak jaringan bawah tanah yang dicuri, jadi arusnya putus,” ungkapnya.

Meski demikian, Dishub NTB tidak bisa serta-merta turun tangan memperbaiki kerusakan di ruas tersebut karena status jalan itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. “Kami tetap koordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional agar bisa segera ditangani,” katanya menambahkan.

Di luar Mandalika, Dishub NTB juga memetakan beberapa ruas jalan provinsi lain yang mengalami gangguan penerangan. Beberapa di antaranya berada di jalur arah Mawun hingga kawasan wisata selatan Lombok.

“Untuk wilayah Mawun, tim kami masih turun ke lapangan mengecek jarak dan jumlah titik yang harus diganti,” ucap Aulia.

Selain memperbaiki PJU, pihaknya juga tengah menata ulang sejumlah rambu lalu lintas di berbagai titik provinsi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan jalan di wilayah NTB.

“Keselamatan pengguna jalan tidak boleh diabaikan. Rambu-rambu harus jelas, dan kondisi jalannya juga harus mendukung,” tegasnya.

Aulia menilai, perhatian pada aspek keselamatan merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat. Dengan fasilitas transportasi yang memadai, mobilitas warga bisa berlangsung lebih nyaman dan aman.

Ia menambahkan, pembenahan infrastruktur dasar seperti PJU dan rambu lalu lintas juga berperan dalam mendukung sektor ekonomi. Aktivitas perdagangan dan wisata malam hari, misalnya, akan lebih bergairah jika kawasan jalan terang dan tertib.

“Kalau pencahayaan bagus, masyarakat bisa beraktivitas lebih lama. Ekonomi ikut bergerak,” jelasnya.

Pemerintah provinsi berharap proyek senilai miliaran rupiah ini dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat NTB. Dishub menargetkan, perbaikan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga terjaga keberlanjutannya.

“Kami ingin fasilitas ini dirawat dengan baik, tidak hanya pasang lalu ditinggal,” pungkas Aulia.

Dengan langkah ini, Pemprov NTB berupaya menjaga citra Mandalika sebagai kawasan berkelas dunia. Infrastruktur yang andal diharapkan menjadi penunjang utama bagi setiap kegiatan nasional maupun internasional yang digelar di sana.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU