PorosLombok.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan skema transportasi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Pekan Olahraga Rakyat Nasional (PORNAS) VIII Tahun 2025.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub NTB yang juga panitia bidang transportasi, Chairil, menegaskan bahwa tanggung jawab utama panitia hanyalah menyiapkan transportasi untuk wasit, juri, dan technical delegate (TD).
Sementara ribuan peserta dari luar daerah akan difasilitasi melalui kerja sama dengan pihak ketiga, seperti PO bus dan biro perjalanan. Dishub juga akan berkoordinasi dengan DAMRI agar bisa dilibatkan dalam pengangkutan peserta dari pintu-pintu kedatangan menuju pusat kegiatan.
“Kami akan koordinasi dengan DAMRI. Harapannya, peserta bisa diantar dari Bandara Internasional Lombok, Pelabuhan Gili Mas, dan Lembar langsung ke Epicentrum Mataram,” ujar Chairil, Senin (23/6).
Chairil mengimbau para pengusaha angkutan tidak menaikkan tarif secara sepihak selama event berlangsung.
“Kami tekankan kepada PO dan travel, jangan main-main dengan tarif. Ini event nasional pertama di bawah kepemimpinan gubernur dan wagub sekarang. Harus kita jaga,” tegasnya.
Dishub juga akan mengoperasikan sekitar 100 unit mobil listrik yang diperuntukkan bagi operasional panitia inti. Mobil ini akan difokuskan di Epicentrum dan area sekitar venue pertandingan.
Untuk mengurangi beban transportasi, panitia mendorong agar seluruh kontingen memilih penginapan yang berada di sekitar venue. Sebagian besar lokasi pertandingan berada di wilayah kota seperti Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.
“Kalau menginap dekat venue, cukup jalan kaki. Tidak butuh angkutan tambahan. Hanya Sembalun yang agak jauh, itu pun hanya satu venue,” kata Chairil.
Seluruh pergerakan peserta akan dipusatkan di Epicentrum Mataram sebagai titik kumpul dan distribusi. Dari sana, peserta akan dibawa ke lokasi pertandingan melalui shuttle yang dijalankan secara terjadwal.
Dishub juga membuka partisipasi kendaraan milik instansi (OPD) sebagai armada cadangan, termasuk menjajaki dukungan dari Pemkot Mataram jika terjadi kebutuhan tambahan transportasi.
“Kami juga siapkan shuttle khusus untuk keluarga atlet dan penonton dari luar daerah agar bisa menonton pertandingan dengan nyaman,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, Dishub akan bekerja sama dengan kepolisian dan Satpol PP untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan. Semua informasi layanan transportasi akan dipusatkan di Epicentrum sebagai pusat komando panitia.
“Kita ingin semua tamu merasa nyaman. Ini jadi ajang uji kesiapan NTB sebagai tuan rumah PON 2028,” tutup Chairil.
(Arul/PorosLombok)















