DPRD Lombok Timur Siap Guyur Anggaran, Seni dan Budaya Tak Lagi Jadi Anak Tiri

Lombok Timur, PorosLombok.com – Ketua DPRD Lombok Timur, Muhammad Yusri, AMKP, memastikan seni dan budaya di daerahnya tak lagi menjadi anak tiri. Hal itu disampaikan Yusri saat bertemu Ketua Umum Dewan Kesenian Lombok Timur, Ashwan Kailani, di ruang kerjanya pada Senin (13/1).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu penting terkait pengembangan seni dan budaya di Lombok Timur. Yusri menegaskan dukungan penuh DPRD, termasuk komitmen untuk mengalokasikan anggaran bagi Dewan Kesenian.

“Kami sangat mendukung keberadaan Dewan Kesenian ini. Sudah lama kami dengar kiprahnya, dan akhirnya bisa bertemu langsung untuk mendiskusikan langkah konkret,” kata Yusri.

Menurut Yusri, pemerintah daerah wajib memberikan perhatian serius terhadap seni dan budaya. Untuk itu, komunikasi yang baik antara lembaga legislatif dan Dewan Kesenian dinilai sangat penting.

“Soal anggaran, kami akan pastikan ada. Seperti dukungan yang diberikan ke lembaga mitra lainnya, kami juga akan perjuangkan agar alokasi anggaran bagi Dewan Kesenian tetap terjaga setiap tahunnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Lombok Timur, Ashwan Kailani, melaporkan berbagai program yang telah dijalankan oleh lembaganya. Ia menyebut program-program tersebut membawa dampak positif di masyarakat, namun masih terkendala masalah pendanaan.

“Kami sangat berharap perhatian lebih dari eksekutif dan legislatif. Anggaran untuk sektor seni dan budaya harus diprioritaskan agar program-program yang ada dapat terus berjalan,” ujar Ashwan.

Ashwan juga mengusulkan pembentukan Dinas Kebudayaan di Lombok Timur. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk memastikan pengelolaan seni dan budaya lebih terarah.

“Kalau ada Dinas Kebudayaan, pengembangan seni dan pelestarian budaya daerah akan lebih maksimal. Ini juga akan berdampak positif bagi generasi muda,” katanya.

Melalui pertemuan ini, DPRD Lombok Timur dan Dewan Kesenian bersepakat untuk mempererat kerja sama demi kemajuan seni dan budaya di daerah. Ashwan berharap, pembentukan Dinas Kebudayaan dapat segera direalisasikan untuk mendukung visi besar ini.

Redaksi | PorosLombok

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU