Gerbang Timur Kota Mataram: Taman UMKM yang Menjadi Ikon Baru di Tahun 2025

Mataram, PorosLombok.com – Gerbang timur Kota Mataram kini tampil berbeda. Bukan sekadar gapura biasa, melainkan sebuah kawasan yang memadukan estetika, ruang publik, dan peluang ekonomi.

Di tahun 2025, wajah baru gerbang ini diharapkan tidak hanya menjadi titik perbatasan, melainkan juga pusat aktivitas yang mendukung UMKM dan memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dalam sebuah Rapat Koordinasi pada Selasa (7/1/2025), menjelaskan bahwa penataan gerbang timur ini memiliki tujuan yang lebih besar.

Menurutnya, gerbang yang baru ini akan menjadi identitas baru Kota Mataram, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Dengan hadirnya gapura baru ini, diharapkan dapat mendorong perkembangan ekonomi dan memperkenalkan Kota Mataram sebagai kota yang dinamis dan modern,” ujarnya.

Konsep gerbang ini mengedepankan kenyamanan dan fungsi publik. Selain gapura yang menawan, proyek ini juga mencakup pembangunan rest area yang dilengkapi dengan taman kota.

Fasilitas ini dirancang untuk memberikan ruang bagi pengunjung yang ingin beristirahat. Selain itu, kawasan ini akan difokuskan pada pemberdayaan UMKM dengan menyediakan area bagi mereka untuk berjualan.

Gerbang timur Mataram, yang terletak di jalur utama penghubung antar daerah, menjadi titik strategis yang akan mempermudah akses antara Kota Mataram dengan daerah lain, baik dalam provinsi maupun lintas kabupaten/kota.

Wali Kota Mohan Roliskana juga menekankan pentingnya aspek kenyamanan dan keamanan di jalur ini.

“Kami ingin memastikan pengunjung merasa nyaman dan aman, sehingga mereka bisa menikmati pemandangan gapura tanpa terganggu oleh lalu lintas,” ungkapnya.

Proyek ini, yang mengusung konsep ramah UMKM, diharapkan bisa menjadi model baru dalam pengembangan ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai titik transit. Namun, juga sebagai ruang yang mendukung ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Gerbang timur Mataram akan menjadi lebih dari sekadar akses masuk ke kota ini, tetapi sebuah ruang yang menghubungkan estetika, ekonomi, dan keberlanjutan.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU