Mataram, PorosLombok.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Muhammad Iqbal, menaruh perhatian serius terhadap optimalisasi pengelolaan zakat di NTB. Ia menilai potensi zakat di daerah ini sangat besar, mencapai Rp2,8 triliun per tahun, tetapi realisasinya masih jauh dari harapan.
Hal itu disampaikan Miq Iqbal saat menerima jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB di ruang kerjanya, Rabu (19/3).
Menurutnya, BAZNAS NTB sudah bekerja dengan baik, tetapi masih ada banyak celah yang bisa diperbaiki untuk meningkatkan pengumpulan zakat, terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
“Saya bersyukur BAZNAS NTB mampu menjalankan program-program unggulannya dengan baik. Tapi pengumpulan zakat, khususnya di tingkat ASN, perlu lebih dioptimalkan,” ujar Miq Iqbal.
Ketua BAZNAS NTB, M. Said, menegaskan bahwa optimalisasi pengumpulan zakat tidak bisa hanya mengandalkan ASN. Ia menekankan perlunya dukungan regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur agar pengelolaan zakat lebih solid dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Kami meminta dukungan Pak Gubernur agar pengelolaan BAZNAS semakin baik, tidak hanya di provinsi tetapi juga di kabupaten/kota, sehingga sesuai dengan yang diharapkan,” kata Said.
Selain itu, Said juga menyoroti potensi besar zakat dari sektor swasta dan proyek-proyek strategis di NTB.
“Potensi zakat di NTB ini mencapai Rp2,8 triliun per tahun, tapi baru terealisasi Rp1,90 miliar karena banyak objek yang belum tergarap,” ungkapnya.
Dengan angka yang masih jauh dari target, Pemprov NTB dan BAZNAS diharapkan segera merumuskan strategi baru agar dana zakat bisa lebih maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. (*/porosLombok)















