Ikuti Sidang Tahunan MPR RI, Sukisman Apresiasi Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

PorosLombok.com • NASIONAL –

Senator DPD RI Nusa Tenggara Barat
(NTB) Ir.H.Achmad Sukisman Azmy, M.Hum, mengikuti Sidang Tahunan bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI jelang peringatan 77 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (16/08).

Melalui sambungan telepon usai acara sidang tersebut saat dikonfirmasi poroslombok.com, pria yang akrab dipanggil Asa ini menyampaikan bahwa dirinya secara khusus mengapresiasi pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebelumnya pidato pengantar oleh Ketua MPR RI Bapak Bambang Soesatyo dan Ketua DPR RI Ibu Puan Maharani juga senada, memuat sikap realistis pada keadaan bangsa dan negara, tentunya patut diapresiasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pidato para pemimpin bangsa Indonesia, selain soal kekuatan perekonomian di tengah krisis, juga mengingatkan semua pihak agar waspada pada menguatnya krisis energi dan pangan sebaga imbas dari geopolitik global, sehingga menjadi penyadartahuan
bagi semua pihak terkait.

Terkait hal tersebut, Sukisman mengaku telah berulangkali menyampaikan dalam berbagai forum mengenai tantangan dalam
menguatnya krisis energi dan pangan serta isu lainnya.

“Kerap saya istilahkan dengan HE4F Health (Kesehatan), Education (Pendidikan), Food (Pangan), Fuel (Energi), Financial (Keuangan), dan Forestry (Kehutanan),”sebutnya.

Terkait energi, tutur Sukisman, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa hingga pertengahan tahun 2022 ini, APBN surplus Rp106 triliun. Hal ini membuat Pemerintah mampu memberikan subsidi BBM, LPG, dan Listrik, sebesar Rp502 triliun di tahun 2022, sehingga harga BBM di masyarakat tidak melambung tinggi.

“Saya secara khusus mendorong agar pemerintah melakukan langkah terpadu guna mengatasi kemungkinan melambungnya harga minyak dan batubara dunia, agar tak berimbas pada naiknya harga kebutuhan energi dan membengkaknya subsidi,”imbuhnya.

Begitu pula terkait hilirisasi sektor sumber daya alam dan mineral sebagaimana disampalkan Presiden, dirinya mendorong agar menjadi perhatian dari pelaku investasi di daerah. Sebab hilirisasi tidak sekadar meningkatkan penerimaan negara, tapi lebih jauh meningkatkan ketahanan energi nasional di tengah ancaman krisis dunia.

“Semoga negara dan bangsa kita diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dengan semangat kebersamaan kita mengamalkan Pancasila dalam kebijakan pemerintahan kita”, pungkasnya.

(Arul/ PorosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU