PorosLombok com, Lotim –
Pada tahun 2022 hingga semester pertama capaain Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rsud dr Raden Soedjono Selong baru terealisasi sebesar Rp. 65 miliar atau capaian tidak lebih dari 50 persen, hal ini tidak sesuai dengan terget awal yakni
Rp.136 miliar pada tahun 2022.
Direktur RSUD dr Soedjono Selong, Muhammad Tantowi Jauhari mengatakan diakhir tahun 2021 pihaknya telah mengajukan perencanaan penurunan target PAD sebesar Rp. 125 miliar.
“Akan tetapi secara capaian kita tetap diminta untuk menetapkan itu (135 miliar), dengan memaksimalkan sumber-sumber pendapatan,” terangnya, Junat (02/09)
Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana sumber – sumber pendapatan RSUD telah banyak mengalami perubahan seperti tidak ada lagi Jampersal sehingga RSUD kehilangan satu sumber PAD.
‘Tahun sebelumnya dari Jampersal capaian PAD mencapai 5 miliar, akan tetapi di tahun ini sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Sebelumnya skema pembiayaan Jampersal sambung Tantowi, diberikan dari pusat ke Dinas Kesehatan Kabupaten, tetapi tahun ini terjadi perubahan juklak dan juknisnya.
Kendala lainya lagi, banyak data kependudukan masyarakat yang bermasalah pada BPJS nya, sehingga mempengaruhi proses pembayaran dari BPJS kesehatan.
Selain itu, Tantowi menerangkan, pada tahun sebelumnya, RSUD dapat melampaui target PAD yang ditetapkan karena masih Covid-19. Akan tetapi saat ini Covid sudah menurun, kekebalan kelompok sudah tercapai. Sehingga pihaknya mengusulkan pengurangan target capaian PAD. Namun targetnya ditetapkan diangka Rp. 135 miliar.
Kendati demikian, Tantowi mengaku tetap optimistis untuk dapat mencapai target PAD yang telah ditetapkan. Pihaknya akan berupaya memaksimalkan sumber-sumber pendapat lainya.
“Meski tahun ini tidak mencapai 100 persen capaian, minimal kita targetkan 80 persen tercapai pada tahun 2022 ini, dengan upaya semaksimal mungkin,”katanya.
Tahun sebelumnya capaian PAD RSUD dr Soedjono Selong Lombok Timur mencapai lebih dari Rp. 150 miliar. Ia berharap dengan adanya gedung ibu dan anak serata pasilitas lainnya saat ini, dapat menampung pasien lebih banyak lagi, sehingga dapat mempengaruhi peningkatan capaian PAD (***)

















