Ismul Bashar Belum Mengetahui Rencana Pengalihan Honor Guru Ngaji Ke Baznas Lotim

Lombok Timur, PorosLombok.com –

Mengingat anggaran daerah masih belum stabil, Pada 2024 mendatang, Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur berencana akan mengalihkan penyaluran honor guru ngaji ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), yang dimana sebelumnya penyalurannya melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Menanggapi hal tersebut Ketua Baznas Lombok Timur, Ismul Bashar menyampaikan, bahwa sampai saat ini pihaknya belum mengetahui tentang rencana tersebut, karena belum ada pemberitahuan baik dari Kesra ataupun dari PJ Bupati, mengingat hal ini harus diplenokan terlebih dahulu.

“Kalau memang benar akan dialihkan ke Baznas berarti kita harus kerja keras dalam pengumpulan, jadi apapun program itu selama pengumpulannya tinggi bisa diakomodir,” ucapnya kepada Poros Lombok Kamis (14/12).

Ismul menjelaskan, jika nanti ada pengalihan tentu akan berdampak kepada persentase Asnaf (golongan orang yang berhak menerima zakat), karena Guru ngaji masuk dalam Fisabilillah, yang mendapatkan zakat sebesar 12,5 %, sehingga tidak boleh di atas ambang batas. Apalagi saat ini kata dia, Standar Operasional Prosedur (SOP) Baznas terbaru sudah keluar, baik tentang tata kelola, regulasi, dan sebagainya.

“Sehingga tata kelola pendistribusian asnaf itu sudah ada, sepanjang sesuai dengan koridor SOP apapun itu bisa kita jalankan,” jelasnya.

Maka dari itu,ia menegaskan bahwa Baznas Lombok Timur dalam keadaan apapun siap melaksanakan program pemerintah daerah selama sesuai dengan SOP dan kemampuan lembaga, mengingat Baznas bertugas mengumpulkan dan menyalurkan Zakat, Infak dan Sadaqah kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“Secara mendadak pun kami siap, kayak kemarin waktu  penggalangan donasi palestina kami mampu dan alhamdulillah berjalan sukses,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, anggaran untuk Honor guru ngaji 2024 tidak ada lagi di bagian Kesra, akan tetapi Pemda Lotim akan mengalihkannya ke BAZNAS sehingga tidak ada penghapusan walaupun kondisi keuangan daerah masih belum stabil.

“Nanti akan dibahas oleh Bupati bersama Baznas Lotim, terkait honor guru ngaji ini insyallah tetap akan diberikan,” ucap Kepala Bagian Kesra Huzaefah.

Bagaimanapun, Kesra merupakan bagian yang menangani urusan sosial kemasyarakatan, sehingga dengan melihat kondisi guru ngaji saat ini, Huzaefah berharap adanya bantuan yang lebih kepada mereka, baik dari Pemerintah atau badan yang ditunjuk karena guru ngaji menurutnya orang-orang yang ikhlas dan berkerja tanpa pamrih.

“Maka saya berharap ada perhatian yang lebih kepada guru-guru ngaji kita, apalagi ini cuma satu kali dalam 1 tahun jadi sangat wajar,” harapnya.

(Arul/PorosLombok)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU