Kepala DP3AKB Lotim Sebut Bantuan tidak Terlalu Berpengaruh Dalam Penurunan Stunting

Lombok Timur, PorosLombok.com –

Penurunan Stunting merupakan salah satu program Pemerintah yang terus digalakkan sampai tingkat desa, Maka dari itu berbagai upaya terus dilakukan untuk mensukseskan program tersebut, seperti menggelontorkan bantuan kepada masyarakat, berupa makanan yang bergizi serta edukasi yang berkesinambungan.

Kepala DP3AKB Lombok Timur H.ahmad mengatakan dalam upaya menurunkan angka stunting tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan dan sebagainya, akan tetapi bagai mana merubah pola asuh orang tua dalam memberikan gizi yang seimbang pada anak.

“Jangan Bantuan-bantuan terus ini tidak terlalu berpengaruh dalam penurunan angka stunting, yang paling penting bagaimana orang merubah pola makan pada anak dan hindari memberikan makanan yang instan-instan itu,” ucap H.Ahmad beberapa waktu yang lalu usai mengikuti kegiatan seminar Kelas orang tua Hebat di gedung wanita, kamis (04/12).

Dalam upaya penurunan Stunting peran orang tua yang sangat dibutuhkan, sehingga orang tua diharapkan memahami tentang bagaimana pola asuh yang baik dan benar.

Senada dengan itu, Ketua TP.PKK Lombok Timur Hj.Nurhidayati menjelaskan terkait makanan pada anak yang diberikan oleh pemerintah daerah berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT), hanyalah sebagai contoh karena makanan tersebut tidak bisa menjamin dalam mengatasi stunting, yang paling penting adalah pola pengasuhan, itupun kata dia, Pemerintah sudah menyiapkan dalam bentuk edukasi.

“seperti di buku KIA untuk umur sekian makanannya ini, baik dari jumlah kuantitas dan kualitasnya sudah dijelaskan disana, nah ini tugas kita sebagai pendamping bagaimana menggiring masyarakat yang berada dimasa 1000 hari kehidupan itu komit dan konsentrasi hanya berpedoman di buku tersebut,”bebernya.

Maka dari itu, saat ini Pemerintah lebih menekankan tata cara pola asuh yang maksimal, agar para orang tua bisa memahami apa yang dirasakan oleh seorang anak ketika ada beberapa kejadian atupun sebagainya.

“Jika anak menangis ketika diberi ASI (air susu Ibu) ataupun PMT, berarti ada hal-hal yang harus diedukasi di orang tua yang belum faham secara teknis dan sebagainya,” terangnya.

Sehingga boleh dikatakan, Stunting sebagian besar diakibatkan kurang baiknya pola asuh dalam hal ini kemampuan orang tua dalam menyediakan makanan yang bervariasi dan bergizi.

“makanan ini tidak perlu mewah, yang ada saja contoh seperti telur tempe dan sebagainya, malah kami himbau orang tua jangan memberikan anaknya makanan yang instan karena sangat berbahaya,” pungkasnya.

(arul/PorosLombok).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bank NTb

TERBARU