Kerap Dikunjungi Pejabat Nasional, Jalan Menuju Kampung Lobster Dikeluhkan

PorosLombok.com| LOTIM – Sejak ditetapkan Teluk Jukung, Dusun Telong-elong, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur sebagai kampung perikanan budidaya Lobster pada maret lalu, kini berbagai sarana dan prasarana mulai dibangun di tempat itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim, Zainuddin, S.Pi.,M.S.I, mengatakan saat ini beberapa fasilitas sedang dibangun di kawasan tersebut. Diantaranya adalah sarana Perkantoran, Rumah Dinas, Mes Karyawan dan perbaikan Dermaga.

“Nanti, pada tahun 2023 juga akan dibangun instalasi lobster di darat, dengan luas satu hektar,” ungkap Zainudin, Selasa (2/8/22).

Fungsi instalasi itu nantinya, jelas dia, adalah sebagai tempat pembesaran bibit lobster sebelum dilepaskan ke Keramba Jaring Apung (KJA), selain juga untuk perawatan dan lain sebagainya.

Saat ini, ulsnya, sedang dilakukan penataan wilayah pesisir, tepatnya penataan rumah yang ada di sempadan pantai akan direlokasi ke lokasi terdekat sehingga masyarakat tetap dapat dengan mudah berinteraksi dengan laut.

Kondisi jalan menuju kawasan kampung lobster yang rusak

Selain itu juga saat ini sudah dibangun jembatan penghubung antara Gili Ree dengan Gili Belek, pembangunan ikon kampung lobster, rehab dermaga dan lain sebagainya.

Namun begitu, saat ini akses jalan menuju kawasan kampung budidaya Lobster terbesar di Indonesia itu masih dikeluhkan oleh beberapa pihak. Pasalnya, selain sempit jalan tersebut sudah mulai banyak yang berlubang.

Karnanya Zainudin berharap, kepada pemerintah provinsi (Pemprov) NTB untuk melakukan perbaikan dan pelebaran sekaligus mengaspal jalan tersebut, mengingat banyaknya tamu dari luar daerah yang kerap melewati jalan tersebut.

Diingatkannya, bahwa jalan dari pasar Jor menuju kampung Lobster Telong-elong sudah berstatus jalan provinsi. Musabab itulah dirinya menaruh harapan besar kepada pemprov untuk memperbaiki jalan dimaksud.

“Kan sekarang sudah banyak pejabat dari pusat maupun daerah lain yang datang ke kampung lobster itu. Makanya gak enak kalo jalannya masih rusak,” tuturnya.

Hemat dia, perbaikan jalan menjadi sesuatu yang urgent dilakukan demi memberikan kenyamanan bagi tamu yang berkunjung dengan melewati jalan tersebut, dengan harapan dapat memberikan kesan menyenangkan baik dalam perjalanan maupun selama berada di kampung lobster.

Sebagai informasi, budidaya Lobster merupakan program terobosan Menteri Kelautan dan Perikanan. Penetapan Lombok Timur sebagai Kampung Lobster bertujuan untuk mewujudkan pembangunan kampung budidaya lobster yang terkoneksi dengan sarana budidaya dan sarana pendukung lainnya.

Kedepan diharapkan hubungan antara pelaku budidaya dan mekanisme pasar juga bisa terkoneksi dengan baik.

Dengan demikian, diharapkan pula dapat mampu meningkatkan produksi budidaya lobster yang berkorelasi dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya lobster.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU