LOTIM – PorosLombok.com | Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Lombok Timur Usman, S.Pd membantah pernyataan beberapa Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Sikur perihal himbauan Kepala UPT Dikbid Kecamatan Sikur kepada kepala sekolah untuk memberikan sumbangan untuk membantu biaya rehab TK Darma Wanita Montong Baan.
Menurut Usman, bahwa apa yang ia sampaikan di WA Grup HIMPAUDI Kecamatan Sikur bukan sebuah protes, tetapi bersifat pertanyaan dan sekadar memberi masukan.
“Ucapan Nuriati, S.Pd kepala TK Pembina Kecamatan Sikur yang mengatakan saya protes itu tdak ada. Saya hanya melontarkan pertanyaan,” jelas Usman menyampaikan klarifikasinya kepada media ini, Minggu (7/1/2024).
Dan juga, lanjut dia, Siti Maryam, S.Pd yang mengaku Ketua Ikatan Guru Taman Kanak – Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Sikur, dan sebagai Kepala TK PGRI 09 Kotaraja di beberapa media mengatakan Ketua Himpaudi tak perlu merecoki program program kegiatan yang dilaksanakan oleh lembaga/yayasan yang bernaung di IGTKI, yakni TK.
Dikatakan Siti Maryam dalam pemberitaan yang sebelumnya dimuat di beberapa media, bahwa kalau mau memberikan saran pendapat dan solusi, silahkan saja. Tapi kalau mengintervensi, jangan. Beda kalau Kelompok Bermain (KB) atau Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang memang bernaung di Himpaudi, silahkan saja itu urusan rumah tangga dia.
“Kalau bicara terkait organisasi sudah beda dalam kepengurusan HIMPAUDI, jelas saya sendiri juga memiliki Taman Kanak-Kanak, saya jadi ketua hiMPAUDI Lotim bahkan sekretaris PW HIMPAUDI NTB juga HIMPAUDI Sikur dari TK dan Sembilan kecamatan pengurus HIMPAUDI kami dari Taman Kanak-Kanak, karena PAUD itu hanya yang membedakan usia anak mulai dari 0-6 tahun, semuanya PAUD,” terang Usman.
Saat yang sama, dua pengacara HIMPAUDI Eko Rahady, SH dan Yustia Mukmin, SH ikut memberikan tanggapan klarifikasi atas berita yang beredar. Menurut keduanya, bahwa ketia HIMPAUDI hanya bertanya melalui WAG HIMPAUDI Kecamatan Sikur, bukan memprotes.
“Pak ketua HMPAUDI hanya bertanya, bukan memprotes. Dan mudah-mudahan itu tidak benar. Jadi kita berharap supaya ini tidak merembet kemana-mana,” tutupnya singkat.
(Anas/PL)














