KKP UIN Mataram Desa Paremas Gelar Sosialisasi UMKM Berbasis Digitalisasi

Poroslombok.com | LOTIM – Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) UIN Mataram kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kali ini, giliran kelompok KKP yang berkedudukan di Desa Paremas,Kecamatan Jerowaru,Kabupaten Lombok Timur yang melaksanakan sosialisasi UMKM.

Kegiatan Sosialisasi tersebut dibuka oleh Sekertaris Desa Paremas, Syamsuddin, bertempat di Aula Kantor Desa Paremas, Kamis (28/7/22), dengan tema ” Digitalisasi UMKM Berbasis ACT Lokal “.

Ketua panitia sosialisasi, M. Syukron, mengatakan, tema kegiatan ini selaras dengan harapan kampus, terkait dengan Sosialisasi Umkm berbasis moderasi beragama.

“Harapannya, dengan usaha bersama, mampu mengarah kepada kemajuan dalam usaha UMKM lokal,” Kata M. Syukron.

Acara yang sekaligus menjadi program kerja utama Mahasiswa KKP UIN Mataram Desa Paremas ini melibatkan 7 kekadusan, yang dihadiri oleh 20-an peserta ini menitik beratkan kepada peningkatan kualitas produk dan pemasaran.

Di tempat sama Sekdes Paremas, Syamauddin, menyampaika  harapan kiranya dari kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberdayaan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

“Dengan begitu, tentu akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat, khususnya Desa Paremas ,” harapnya.

Sementara itu Rahmat Alfiandi Hidayat selaku pemateri dalam penyampaiannya mengatakan, bahwa antusias masyarakat dalam mengembangkan usaha UMKM nya perlu dipupuk dan dirawat.

Namun begitu, kata dia, masih ada kendala yang dihadapi, yaitu minimnya angka melek digital sehingga membuat UMKM di Desa Paremas masih minim dijangkau. Karnanya, perlu promosi melalui digitalisasi.

“Dengan adanya branding dan promosi berbasis digitalisasi, diharapkan mampu menjawab segala tantangan yang ada,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dusun Keranji, Sudirman, dimana pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi, namun yang dibutuhkan adalah inovasi dan bukti terhadap UMKM secara berkelanjutan.

“Selain melek digital, masalah yang dihadapi UMKM yakni pemasaran dan pengemasan,” tutupnya singkat.

(Anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU