Poroslombok.com | LOTIM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bersama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Timur mewakili Bupati H.M.Sukiman Azmy melaunching program GEMA HAJI (Gerakan Membiasakan Sholat Duha dan Mengaji) di Kecamatan Aikmel.
Gema Haji ini diinisiasi oleh Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Aikmel, Kanit Dikbud, Pengawas, dan Kepala SD/SMP yang ada di Kecamatan Aikmel. Launching dilaksanakan pada kamis kemarin 28 Juli 2022 di SDN 1 Aikmel Barat.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Camat Aikmel berserta Forkopimcam, Koramil dan Kapolsek Aikmel, Kepala Desa Aikmel Barat dan Kepala Desa Aikmel Timur, semua Pengawas, Kepala TKN/TKS , SDN /SDS dan SMPN/SMPS se-Kecamatan Aikmel.
Acara launching tersebut dimeriahkan oleh penampilan kreatif perwakilan siwa dari jenjang TK, SD dan SMP. Mereka mempraktikkan bacaan sholat duha, mulai dari niat sampai doa terakhir, hafalan ayat-ayat Al-Quran, pidato bahasa arab dan bahasa ingris, serta bahasa indonesia.
Kanit Dikbud Kecamatan Aikmel, Lukmanul Hakim, S.Pd.,SD, dalam laporannya menyampaikan bahwa GEMA HAJI adalah gerakan menanamkan kebiasaan siswa untuk sholat duha dan membaca Al-Quran sebelum mulai proses pembelajaran.
Dijelaskannya, gerakan ini tidak menggangu jam efektif pelajaran sekolah, karena dilaksanakan dari pukul 07.00 – 07.30 wita. Sementara jam pelajaran pertama dimulai pukul 07.30 wita. Untuk mendukung kegiatan ini, para siswa diharuskan untuk berwudhu sebelum berangkat ke sekolah.
Dalam pelaksanaannya, diharapkan peran para orang tua agar mengontrol putra putrinya di rumah demi memastikan supaya anak-anak tetap berwudhu sebelum berangkat ke sekolah. Di samping itu, anak-anak juga harus bangun lebih pagi. Alangkah lebih baiknya bila ikut sholat subuh berjamaah di masjid.
Disampaikannya juga, bahwa Gema Haji ini sudah direncanakan sejak lama oleh jajaran pendidik di kecamatan aikmel. Dalam prosesnya tentu harus menyamakan konsep, dimana pihaknya terus berkonsultasi dengan kadis dikbud dan kepala BKPSDM kabupaten Lombok Timur.
“Dari konsultasi-konsultasi kami, terbangunlah konsep Gema Haji dengan motto ~Kelasku Mushollaku~ Mushollaku : sholat duha, mengaji dan sholat jamaah,” urainya.
Dari motto ini, para siswa tidak boleh naikkan sepatu/ket ke teras sekolah. Semua warga sekolah harus telanjang kaki, supaya sekolah menjadi bersih /suci untuk kelas tempat sholat duha, mengaji dan sholat zuhur berjamaah.
Sementara itu Kadisbud Lotim, Izzuddin, dalam arahannya memberikan apresiasi atas ide dan gagasan jajaran dikbud kecamatan aikmel yang telah menginisiasi Gema Haji dengan motto, “Kelasku Mushollaku”.
“Ini luar biasa, Gema Haji akan membangun budaya bersih lahir dan bersih jiwa,” ucap Izzudin.
Lebih lanjut disampaikan Izzudin, selain membangun budaya disiplin siswa, konsep Gema Haji ini juga secara tidak langsung akan melibatkan seluruh dewan guru karena dilaksanakan di kelas, terutama wali kelas yang wajib ikut. Jika itu diimplementasikan, maka kebiasaan shalat subuh berjamaah di masjid akan terbangun.
“Kepala BKPSDM selalu bilang dalam berbagai sosialisasi PP 94/2021 tentang Disiplin PNS. Bila sholat subuh kita benar, tidak ada istilah terlambat untuk apel pagi dimanapun kita tinggal di lotim,” tuturnya.
Subuh yang benar, urai dia, adalah sholat subuh yang dilaksanakan berjamaah di masjid. Dia berharap agar semoga Gema Haji ini dapat membangun kebiasaan seluruh insan dunia pendidikan untuk membudayakan sholat subuh berjamaah di masjid.
“Kami sangat mendukung program ini dan akan mengupayakan untuk menjadi branding pendidikan di Lombok Timur,” tutup Izzudin.
Di tempat sama, Kepala BKPSDM Lotim, Dr. H. Mugni, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan, bahwa GEMA HAJI adalah mimpi bupati Lotim, H.M.Sukiman Azmy, yang tertunda. Seperti yang dimaklumi bersama, bahwa periode pertama H.M. Sukiman menjadi bupati lotim pada tahun 2008 – 2013. Kala itu, Bupati Sukiman menghajatkan adanya proram Gema Haji tersebut.
“Pada tahun 2009 ada Peraturan Bupati yang dibuat oleh Pemkab Lotim tentang Pemberantasan Buta Aksara Al-Quran. Saat itu saya jadi sekdis dikbud. Perbup ini hajatannya supaya seluruh anak-anak sekolah di Lotim harus bisa membaca Al-Quran,” Kenangnya.
Desain aplikasi dari perbup itu, jelasnya, bahwa seluruh siswa ketika kelas 6 harus sudah bisa membaca Al-Quran, bila tidak, konsekuensinya tidak boleh naik ke kelas 6. Untuk merealisasikan harapan itu, maka pihak sekolah harus bekerja sama dengan wali murid untuk memastikan anak-anak sudah bisa baca Al-Quran.
Namun pasca dimutasi dari Dikbud menjadi Sekretaris BKD kala itu, dirinya tidak dapat memastikan apakah Perbup ini terimplementasi atau tidak. “Hari ini, mimpi Bupati itu kita lounching untuk perwujudannya lewat GEMA HAJI,” tukasnya.
Karnanya, pihaknya sangat mendukung rencana Kadis Dikbud untuk menjadikan program GEMA HAJI menjadi branding pendidikan Lotim. Program ini, harapnya, harus menambah pendapatan rakyat dan mendukung pariwisata di daerah ini.
“Buatlah tempat sepatu/ket/sandal untuk anak-anak dari rak bambu. Dan bagi yang batal wudu, buatlah tempat wudhu dari tempayan/gerabah. maka akan bertambahlah pendapatan masyarakat sekarteja, wanasaba, dan penakak sebagai pengerajin,” ucapnya menandaskan.
Dengan begitu, maka program ini akan benar-benar bermakna bagi IPM Lotim, pendidikan, kesehatan serta pendapatan rakyat. Selanjutnya, Launching sebagai acara inti ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala BKPSDM dan Kadis Dikbud Lotim, tepat pada pukul 11.20 Wita.
(Anas/pl)

















