Lepas Mahasiswa KKP UIN Mataram, Sekdes Paremas Merasa Kehilangan

LOTIM – Poroslombok.com | Mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram di Desa Paremas yang sudah melewati pengabdian KKP selama 45 hari, harus ditarik kembali pada Senin (22/8/22).

Acara yang dilakukan di kantor Desa Paremas, dihadiri oleh perangkat desa dan semua kepala dusun serta Dosen Pembimbing lapangan. Acara yang berlangsung selama satu jam ini berjalan lancar dan penuh suka cita.

Sekretaris Desa Paremas, Syamsudin, saat melepas Mahasiswa KKP itu mengaku merasa kehilangan akan sosok-sosok anak muda yang disebutnya begitu adaptif dan terbuka.

Dirinya juga mengaku merasa bangga telah dapat bercengkrama dan berbaur dengan berbagai karakter pemikiran serta latar belakang masing-masing mahasiswa peserta KKP.

“Kami bangga bercengkrama dan berbaur dengan berbagai pemikiran dan background masing – masing. Dan sekarang kami merasa kehilangan,” ucap Syamsudin, singkat.

Senada dengan Sekdes, Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Keranji, Sudirman, mengaku jika dirinya merasa terkesan dengan sosok mahasiswa KKP sangat adaptif dengan lingkungan baru tempat mereka berkegiatan.

“Baru kali ini kami menemukan KKP yang begitu cepat membaur dengan lingkungan, dengan program-program yang terstruktur dan sistematis. Sehingga sesuai dengan target yang kita inginkan bersama,” ujar kawil Sudirman.

Sementara itu ketua KKP Desa Paremas, M. Fathul Hadi, mengutarakan, bahwa dengan berakhirnya masa KKP ini, bukan berarti silaturrahmi dan silaturrasa itu berhenti.

Karena, menurut dia, beberapa program masih membutuhkan follow up lebih lanjut, dan tentu karena atas kecintaan mereka terhadap Desa Paremas.

“Karena Paremas sudah cukup banyak memberikan pembelajaran dan Pengalaman yang tak bisa kami temukan di ruang kelas,” tutup M. Fathul Hadi.

(anas/pl)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU