(Lombok Timur, PorosLombok.com) –Lombok Timur salah satu daerah di Indonesia yang dikenal memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang cukup baik, kini tengah fokus pada upaya menjaga stabilitas ekonomi. Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah pengendalian inflasi yang tepat.
Asisten II Bidang Perekonomian, Ahmad Masfu, menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya soal harga yang harus turun atau naik. Lebih dari itu, hal ini berkaitan dengan menciptakan keseimbangan agar baik pembeli maupun pedagang bisa sama-sama diuntungkan.
“Jangan sampai ada kondisi di mana pembeli tersenyum namun pedagang menangis, atau sebaliknya. Keseimbangan ini harus terjaga,” ujar Masfu kepada PorosLombok.Rabu (09/10)
Pemerintah daerah Lombok Timur proaktif dalam memantau harga pasar. Masfu menjelaskan bahwa jika ditemukan perbedaan harga yang signifikan antara satu pasar dengan pasar lainnya, langkah pertama adalah mencari tahu penyebabnya.
Salah satu contoh yang diungkapkan adalah adanya pasar yang harganya lebih murah karena menjadi pusat distribusi, sementara pasar lainnya mungkin lebih mahal akibat tambahan biaya transportasi. Pemerintah berusaha untuk mendekatkan atau setidaknya memotong rantai distribusi yang terlalu panjang.
Masfu juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap harga sembilan bahan pokok yang sangat berpengaruh terhadap inflasi dan Indeks Harga Barang (IHB). Kenaikan dan penurunan harga bahan pokok ini kerap kali mengikuti kebutuhan masyarakat di waktu-waktu tertentu.
Misalnya, saat perayaan Maulid, permintaan akan daging dan beras meningkat, yang kemudian dapat memicu perubahan harga yang signifikan. Hal ini menjadi perhatian utama dalam pengendalian inflasi.
Sebagai langkah pengendalian, pemerintah daerah berkomunikasi langsung dengan produsen lokal, seperti produsen cabai, untuk memastikan pasokan lokal tercukupi sebelum mempertimbangkan ekspor. Ini dilakukan demi menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan lokal terpenuhi terlebih dahulu sebelum melakukan ekspor,” tegas Masfu. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga agar harga komoditas tetap stabil.
Selain itu, Masfu mengakui bahwa setiap peristiwa atau event, baik yang berskala lokal maupun nasional, dapat memberikan dampak berbeda pada kondisi ekonomi Lombok Timur. Pengaruhnya bisa besar atau kecil, tergantung pada situasi yang terjadi.
“Setiap peristiwa memiliki dampak yang bisa mempengaruhi perekonomian kita. Oleh karena itu, kami selalu bersiap untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi keseimbangan ekonomi,” pungkasnya.
Dengan berbagai strategi yang telah diterapkan, Lombok Timur berharap dapat terus menjaga keseimbangan ekonominya. Harapannya, stabilitas ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(Arul/PorosLombok)















