Lurah Bertais Bongkar Alasan Surat Domisili Tak Bisa Asal Terbit

PorosLombok.com – Lurah Bertais, Kota Mataram, Hafizuddin, menegaskan pihaknya tidak pernah mempersulit masyarakat dalam pengurusan surat domisili, termasuk untuk keperluan daftar sekolah.

Hafizuddin mengatakan, kelurahan hanya menjalankan aturan sesuai regulasi agar tidak terjadi penyalahgunaan, terutama saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Kami tidak mempersulit, kami hanya menjaga prosedur. Jangan sampai domisili dipakai main-main demi masuk sekolah favorit,” kata Hafizuddin, Selasa (25/6).

Dia menuturkan, banyak kasus di mana warga yang tidak tinggal di wilayah Kelurahan Bertais datang untuk mengurus surat domisili, padahal secara administratif tidak tercatat.

“Kadang warga dari luar datang, hanya bawa KTP elektronik, lalu ingin langsung dapat surat domisili. Ini tidak bisa kami layani jika tidak sesuai prosedur,” ujarnya.

Menurut Hafizuddin, jika warga memang benar tinggal dan menetap di wilayahnya, maka sebaiknya segera mengurus pindah domisili secara resmi.

“Kalau sudah tinggal lima sampai enam bulan, silakan pindah domisili. Itu lebih etis dan legal daripada hanya minta surat keterangan tanpa dasar yang kuat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, keberadaan KTP elektronik saat ini sudah sangat kuat secara hukum. Untuk keperluan lain seperti mengurus pinjaman ke bank, surat domisili sebenarnya tidak diperlukan lagi.

“KTP elektronik sudah sah dan terintegrasi nasional. Kalau untuk keperluan kredit motor, misalnya, domisili tidak diperlukan lagi,” tegasnya.

Hafizuddin memastikan bahwa pelayanan publik di Kelurahan Bertais tetap berjalan maksimal. Namun, ia menekankan tidak akan mengakomodasi permintaan yang melanggar aturan.

“Kami melayani warga sebaik mungkin. Tapi jangan paksa kami melanggar aturan hanya karena ingin mempermudah sesuatu yang sebenarnya tidak sah,” pungkasnya.

(arul/porosLombok)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

TERBARU